the big bang theory

Sediiihhhhh, serial TV kesayangan sebentar lagi mau tamat. Yep, The Big Bang Theory deserves ‘the all time favorite TV show’, setidaknya bagi saya.  Ada banyak sekali momen hidup saya yang ditemani oleh serial TV komedi CBS yang satu ini. Jadi, lebay nggak lebay kalau bilang serial TV yang sekarang sudah The Big Bang Theory season 12 ini nggak suma sekadar tontonan, tapi sudah punya tempat sendiri di hati saya. Bahkan, saking demennya nonton serial TV ini saya sering sekali memutar kembali episode-episode dari season terdahulu, berulang kali. It’s real!

Ada banyak hal yang menjadikan The Big Bang Theory menjadi favorit bagi saya. Terlepas dengan adanya kontroversi di luar sana, tetap saja jumlah penontonnya setiap kali tayang nggak bisa dibilang sedikit yaitu 15 juta orang. Belum lagi penggemar beratnya di luar Amerika seperti saya, pasti nggak masuk hitungan 15 juta tersebut, bukan?

Jadi, kenapa saya cinta banget sama The Big Bang Theory?

Pertama, premis yang sederhana namun dengan jalan cerita yang kompleks. Sekelompok cowok nerd terdiri dari Sheldon Cooper (Jim Parsons) si ahli fisika teoritis, Leonard Hofstadter (John Galecki) si ahli fisika eksperimental, Howard Wolowitz (Simon Helberg) si insinyur dan si astrofisikawan Raj Koothrappali (Kunnal Nayyar) yang bertemu dengan seorang wanita bernama Penny (Kaley Cuoco). Penny ini bak The Girl Next Door gitu yang cantik, smoking hot dan blonde. Dia menjadi penghuni baru di apartment tempat Sheldon dan Leonard tinggal. Dan kelak, Penny juga menjadi anggota baru di geng pertemanan keempat nerd ini.

Nah, sejak bertemu Penny inilah kehidupan keempat pria cerdas ini berubah. Mereka mulai membuka diri dengan kehidupan lain. Seperti diketahui, keempat nerd ini biasanya hanya bermain game di rumah, entah game online maupun offline. Makan dan berkegiatan terjadwal, bahkan bagi Sheldon, untuk ke kamar mandi pun harus dijadwalkan.

Bagaimana kamu sudah mulai tertarik? Tenang, jika belum saya masih punya penjelasan panjang yang menjadi alasan saya tergila-gila sama The Big Bang Theory. Jadi, mulai saja ya.

Komedi yang Cerdas tanpa ‘Main Fisik’ Lawan Main

sheldon cooper di the big bang theory cast
Sheldon Cooper Iri Terhadap Karya Bert

Dari season pertama hingga akan sampai di The Big Bang Theory ending, ada banyak lelucon jenaka yang mengocok perut di The Big Bang Theory. Bahkan, beberapa di antaranya masih sering saya putar di otak saya. Di serial ini, lelucon yang dibuat cerdas. Sheldon menjadi objek yang paling sering dijadikan lelucon. Bukannya diolok-olok oleh teman-temannya, justru kelucuan terjadi saat Sheldon sedang membangga-banggakan dirinya.  Ya, saking jeniusnya Sheldon justru tidak mengenali tanda-tanda sosial yang ada di masyarakat seperti sarkasme salah satunya.

Selain itu, ada beberapa momen yang paling nggak telupakan. Pertama, saat Howard menirukan cara berbicara Raj untuk menelepon Lalita Gupta, gadis India yang dijodohkan kepada Raj oleh orangtuanya. Kedua, Raj tidak bisa membedakan kata kerja masa lampau untuk kata ‘forbid’. Alih-alih menggunakan ‘forbade’, dia justru memakai ‘forbidded’. Dan dia baru mengetahui kata yang benar tersebut setelah beberapa kali salah mengucapkan.

It’s All About Science

science with flag on the big bang theory
Science with Flag

Di beberapa artikel dan wawancara saya akhirnya kalau referensi sains yang dikutip di The Big Bang Theory ini dikonsultasikan terlebih dahulu kepada ahli fisika beneran. Jadi, semua pembahasan ilmiah di sini bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya alias nggak asal comot dan sok-sokan pintar. David Saltzberg adalah salah satu konsultan sains di sini, seorang astrofisikawan di Universitas California. Dengan begitu, kita sebagai penonton juga bisa ikut belajar sains mulai dari ilmu biologi, fisika, neurologi hingga kosmologi dari serial ini.

Tontonan Semua Usia

sheldon in the big bang theory
Made Up Games from The Big Bang Theory

Kalau di Indonesia, mungkin nggak semua usia juga ya. Karena terkadang ada referensi yang berkaitan dengan seks dan sebagainya. Meskipun masih dalam lingkup lelucon, namun sepertinya kurang elok kalau ditonton anak-anak. Namun, usia 13+ menurut saya sudah layak menonton film ini. Dan di Amerika sendiri, The Big Bang Theory memang menjadi tontonan semua Kalanga. Baik muda, tua, anak-anak, orang dewasa, pria maupun wanita tertarik dengan guyonan khas Sheldon dkk.

Menghadirkan Cameo Orang-Orang Super Keren

elon musk in the big bang theory
Elon Musk di The Big Bang Theory

Cuma di The Big Bang Theory kamu bisa melihat Elon Musk atau Bill Gates bermain peran. Nggak cuma mereka lho, ada juga sederet nama beken lainnya yang ikut meramaikan The Big Bang Theory. Mulai dari Leonard Nimoy, Carrie Fisher, Stan Lee, Bill Nye, Levar Burton, Brent Spiner hingga James Earl Jones. Dan ini berganti-ganti setiap episode-nya. Jadi, misalkan episode 1 yang hadir adalah Ellon Musk, di episode 2 mungkin saja cameo-nya Bill Gates.

Ada Stephen Hawking!

stephen hawking di the big bang theory
Sheldon Cooper and Stephen Hawking

Tahu nggak? Saat pertama kali Stephen Hawking muncul di The Big Bang Theory, saya luar biasa senangnya. Bisa dibilang sebahagia yang dirasakan Sheldon saat melihat idolanya ini. Mungkin sebenarnya Mr. Hawking, ahli fisika terkenal di dunia ini bisa saya masukan ke kategori cameo. Tapi, tidak seperti yang lain yang hanya ikut bermain dalam satu episode, Mr. Hawking sudah berkali-kali muncul utamanya untuk ‘menenangkan’ Sheldon. Oh ya, sedih juga saat mendengar Mr. Hawking wafat. Rest in peace, prof.

Setiap Tokohnya Memiliki Karakter Kuat

the big bang theory cast
The Big Bang Theory Cast

Meskipun pusat dari semua The Big Bang Theory bisa dibilang berada di Sheldon Cooper, namun The Big Bang Theory characters lain tidak kehilangan perannya untuk ikut berpengaruh dalam serial TV CBS ini. Lihat saja Howard, yang punya tampilan eksentrik dengan lelucon yang seringnya jayus, atau Raj yang punya logat India kental dan tidak bisa bicara jika lawan bicaranya adalah perempuan, atau Leonard yang tidak punya keberanian untuk bersosialisasi. Ada juga Penny, si blonde seksi yang menjadi idaman banyak pria, atau Bernadette si ahli biologi yang cerewet namun bisa berubah galak jika diperlukan, atau Amy si nerd ahli ilmu saraf yang sebelumnya tidak punya sahabat apalagi kekasih.

Kombinasi karakter tokoh-tokohnya inilah yang menjadikan The Big Bang Theory punya ciri khasnya sendiri sebagai sebuah sitcom dan tidak monoton.

Akting Luar Biasa Para Pemainnya

Leonard, Sheldon, Howard and Raj Learn Archery
Leonard, Sheldon, Howard and Raj Learn Archery

Sudah banyak penghargaan yang didapatkan oleh para pemain dalam peran mereka di The Big Bang Theory. Apalagi kalau bukan karena kemampuan akting yang luar biasa. Dan, itu bisa kita rasakan saat menonton serial ini. Salah satu contohnya misalnya, siapa yang mengira Jim Parsons adalah pria berusia 45 tahun di kehidupan nyata. Karena saat menjadi Sheldon, dia begitu meyakinkan membawakan tokoh berusia 20-an tahun dengan karakter yang terkadang kekanak-kanakan.

Selain beberapa poin di atas, saya sendiri sangat suka dengan sibling-hood antara Penny dan Sheldon. Hubungan mereka sangat unik, dan tidak dimiliki oleh tokoh-tokoh lainnya. Seperti diketahui, Sheldon terkenal dengan sikapnya yang sulit dekat dengan orang baru namun dengan Penny dia bisa dekat dan terkadang menurut dan mengikuti perkataan si wanita blonde dari Nebraska ini.

Oh ya, satu hal lagi yang menurut saya cukup penting dalam pembahasan ini. The Big Bang Theory best season adalah season-season awal, menurut saya. Di season-season ini, kita mulai mengenal tokoh-tokohnya dan setiap kelakuan mereka selalu mengundang gelak tawa. Sementara di season-season akhir, komedinya sedikit agak memudar (sedikit saja) dan kebiasaan karakternya sudah agak tertebak.

Favorite line:

Knock knock knock, Penny!

Knock knock knock, Penny!

Knock knock knock, Penny!

Want to read more like this? Go check out TBBT Season 11, Sheldon Cooper Gets Married?

(Sumber foto: www.imdb.com)

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.