Paterson – Nama kota, kebetulan juga nama seorang laki-laki, beristri dan berprofesi sebagai sopir bus. Ia juga suka menulis puisi. Puisi yang ia dedikasikan untuk sang istri, untuk kota yang ia tinggali, juga untuk korek api. Ohio Blue Tip, begitu si penyulut api ini dinamai.

Here is the most beautiful match in the world

It’s one-and-a-half-inch soft pine stem

Capped and a grainy dark purple head

So sober and furious and stubborly ready

To burst into flame

Di atas, beberapa baris dari puisi si pengemudi bus yang saya sukai. Hal sederhana, korek api, ia gambarkan ke dalam susunan kata yang begitu indah.

Di basement rumahnya, Paterson memiliki satu ruangan khusus yang ia peruntukkan untuknya, ruangan yang ia dedikasikan untuk menulis puisi-puisinya. Sepulang bekerja, ia selalu duduk, menggoreskan imajinasinya pada lembar demi lembar buku catatannya. ‘Secret Note’ begitu istrinya menjuluki.

Di dalam adegan demi adegan, terlihat jika Paterson begitu mencintai sang istri, Laura. Yang selalu masih tertidur kala Paterson harus sudah terbangun demi mencari nafkah. Yang selalu berada di rumah, mengerjakan hal-hal apa saja yang disuka tanpa ikut membantu ekonomi keluarga. Yang seringkali meminta hal-hal sepele untuk memuaskan ambisinya. Namun, satu hal yang membuatnya spesial, Laura sangat percaya kepada suaminya. Ia yakin suatu hari nanti, sang suami akan menjadi penyair besar dengan karya-karya luar biasa. Laura yakin pada puisi-puisi karya belahan jiwanya.

Di sisi lain, sifat Laura yang terkesan kekanak-kanakan/belum dewasa/egois sangat menyebalkan. Bagaimana bisa seorang istri meringkuk nyaman di ranjang saat sang suami harus pergi pagi buta untuk mengais nafkah. Bagaimana bisa seorang istri meminta sesuatu tanpa memikirkan konsekuensi dan kelanjutan hidupnya, dan suami.

Paterson sangat menarik. Kehidupan suami istri yang digambarkan terlihat canggung, rutinitas pekerjaan yang membosankan, dan kehidupan sosial yang biasa-biasa saja. Tetapi semua yang ditampilkan tersebut ternyata diselipi mimpi-mimpi dan harapan untuk meraih sesuatu yang lebih di dalam hidup. Karakter Paterson sendiri menjadi ironi dari sifat sang istri yang penuh ambisi.  Paterson adalah suami penyayang nan sabar yang selalu mengedepankan keinginan sang istri.

Paterson merupakan film drama karya sutradara Jim Jarmusch, yang juga sekaligus penulis skenario. Paterson diperankan oleh aktor Adam Driver, sementara Laura oleh Golshifteh Farahani. Akting pemerannya, Driver khususnya, sangat memukau. Berdurasi 118 menit, film ini pertama kali tayang di Jerman pada 17 November 2016. Tujuh piala dan 27 nominasi berhasil diraih, termasuk penghargaan bergengsi Film Terbaik dari FEST International Film Festival 2017, dan nominasi Palme d’Or dalam Cannes Film Festival 2016.

(7,8/10)

Sinopsis Paterson

Paterson, bangun sekitar jam 6 pagi. Berangkat bekerja dengan berjalan kaki. Menjadi pengemudi bus ia lakoni setiap hari, senin hingga jumat. Sore hari selesai bertugas, ia kembali berjalan kaki, kembali ke rumah menemui sang istri. Satu hal yang menjadi hobinya, menulis puisi. Ia lakukan di sela-sela mengemudi. Terkadang sebelum bus mulai beroperasi, kawannya pun selalu tertegun melihatnya, menarikan jari jemari di atas buku catatannya.

Official Trailer Paterson

2 thoughts on “Belajar tentang Kehidupan dan Puisi di Film Paterson”

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.