Toko Buku Bekas Pasar Kenari

Penggemar buku, tahukah kamu ada pasar yang menjual buku-buku berkualitas dengan harga murah meriah? Bahkan, kalau kamu mau, kamu juga bisa menawar harga buku-buku tersebut. Pasar ini adalah Pasar Buku Kenari (di Pasar Kenari) di Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat. Lokasinya strategis, dekat dengan stasiun dan halte Transjakarta. Jadi, sangat mudah diakses sekalipun kamu menggunakan transportasi umum.

Ada Buku Apa Saja?

Di Pasar Kenari Lama lantai 3 tepatnya, berjajar lapak-lapak yang menjajakan buku-buku bekas. Ada belasan lapak yang menawarkan buku-buku berbagai genre dan bahasa. Buku novel, referensi ilmiah, non-fiksi, kamus berbagai bahasa hingga buku-buku anak tersedia. Dari pengalaman saya dua kali berkunjung ke sini, beberapa buku yang hampir selalu bisa ditemui di setiap penjual adalah buku-buku Pramoedya Ananta Toer dari berbagai judul seperti Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa,  Jejak Langkah dan lain-lain. Ada pula buku-buku V.S Lestari, Dee Lestari, dan Boy Chandra. Sementara buku-buku Bahasa Inggris yang cukup banyak ketersediannya di antaranya buku-buku Sidney Sheldon, John Grisham, Agatha Christie, Stephen King, dan Dan Brown. Jadi, kalau kamu penggemar pengarang-pengarang yang barusan saya sebut namanya, kamu bisa banget ngeborong buku-buku mereka di Pasar Kenari ini.

Yang unik di Pasar Kenari ini adalah, kamu bisa menemukan buku-buku yang susah kamu temukan di toko-toko buku mainstream. Buku apa saja? Datang saja ke sini.

Lalu, bagaimana dengan harganya? Di Pasar kenari buku – buku yang dijual dihargai dengan harga yang sangat terjangkau. Saya sendiri sempat membeli empat buku yakni The Hundred-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared – Jonas Jonasson (Rp 20.000), Curious Pursuit – Margaret Atwood (Rp 30.000), Hoot – Carl Hiaasen (Rp 30.000), dan Me Talk Pretty One Day (Rp 40.000). Murah, bukan? Terlebih, keempat buku ini semuanya dalam Bahasa Inggris. Bayangkan, jika membeli di toko buku (baru) harganya bisa lebih dari Rp 100.000.

Me Talk Pretty One Day oleh David Sedaris misalnya, di Periplus harganya mencapai Rp 241.000. Sementara jika membeli bekas di Betterworldbooks harganya berkisar US$ 6,98 atau sekitar Rp 98.508 (dengan kurs Rp 14.113). Tentu dengan catatan, kamu harus mau menanti cukup lama hingga buku diterima yakni antara dua minggu hingga sebulan lamanya.

Jadi bagi saya, Pasar Kenari lantai 3 ini bisa menjadi alternatif toko buku (yang anti mainstream) untuk menemukan buku-buku incaran. Harganya murah, pilihannya pun beragam. Yang penting, kamu punya tenaga ekstra untuk mau mencari buku-buku yang kamu mau di antara tumpukan buku lainnya.

Cara ke Pasar Kenari

Mau ke Pasar Kenari nggak perlu bingung naik transportasi umum. Ke Pasar Kenari naik KRL atau Transjakarta bisa. Ada beberapa stasiun terdekat yakni stasiun Stasiun Kramat, Gang Sentiong, dan Senen. Untuk pengguna Transjakarta, bisa turun di Halte Salemba UI, Kramat Sentiong atau Matraman I. Setelah tiba di lokasi, kamu tinggal ke lantai 3 dengan melewati tangga. Lumayan, sekalian olahraga. Di sini, khusus penjual buku buka sampai pukul 20.00, sementara penjual-penjual di lantai bawah biasanya tutup pukul 17.00 (Senin – Minggu)

Perlu diketahui juga, di Pasar Kenari hanya menerima pembayaran tunai saja. Jadi, kamu perlu menyiapkan uang tunai untuk bisa bertransaksi. Namun jangan khawatir, tersedia juga ATM di lantai 3 ini. Sehingga kamu tetap bisa tarik tunai untuk membayar buku-buku incaranmu.

Nah, kalau kamu sudah seharian berburu buku dan capek, kamu bisa istirahat sejenak dengan duduk-duduk di kursi-kursi yang tersedia di sini. Dengan ruangan ber-AC, kamu nggak perlu takut kepanasan atau pun nggak nyaman. Kalau kamu haus atau lapar, minimarket Jakmart siap menghilangkan lapar serta dahagamu. Buat yang doyang ngopi, cafe yang cozy suasananya juga siap membuat kamu segar kembali.

Sekarnag bayangkan, kamu duduk menyeduh kopimu ditemani bacaan favorit dari Pasar Buku Kenari.

Catatan

Ada beberapa catatan yang kiranya mungkin informatif bagi kamu yang ingin berkunjung ke Pasar Kenari. Jika kamu ingin membeli buku di sini, jangan malu bertanya kepada penjual mengenai buku yang kamu inginkan. Ingat, jangan stuck di satu penjual saja. Kamu bisa terlebih dahulu berkeliling mencari buku yang kamu mau di penjual-penjual lainnya. Kamu juga harus jeli saat melihat-lihat berbagai judul buku di depan mata. Terkadang ada buku-buku yang bagus dan terselip begitu saja, di antara tumpukan buku lainnya. Dan jika ternyata kamu berhasil menemukan buku incaran, bersyukurlah.

Ke Pasar Kenari, kamu juga sebaiknya mengenakan pakaian yang nyaman agar bisa bergerak bebas, bisa duduk lesehan di lantai atau ke sana-ke mari mencari buku kesukaan. Pasar Kenari Jakarta juga kids/family friendly, jadi kamu bisa mengajak serta keluarga dan bahkan anak-anak kecil.

Saya berharap koleksi buku di Pasar Kenari selalu bertambah dan semakin banyak. Sempat salah satu penjual bercerita jika beberapa hari sebelumnya ia memiliki buku-buku karya Haruki Murakami yang ia jual dengan hanya Rp 70.000 saja/buku. Dan tentu saja, kini buku-buku tersebut sudah raib terjual dan dibawa pulang pengunjung beruntung lain.

Selain Haruki Murakami, saya pun pernah menemukan salah satu karya Charles Bukowski. Hanya sayangnya, buku tersebut dalam bahasa yang tidak saya mengerti. Excitement saya pun segera berganti kecewa saat saya sadar bukunya tak bisa saya baca. Tetapi kemudian, saya pun menemukan buku-buku lain yang sama menariknya. Dan jika beruntung, kamu pun bisa menemukan buku-buku yang ada wishlist-mu. 

Satu hal sebenarnya saya cukup sayangkan, yakni pengunjung Pasar Kenari masih sepi. Padahal tempatnya sangat nyaman dan buku pun banyak pilihan. Apalagi dengan lokasinya yang strategis bisa dijangkau dengan mudah.

Jadi, yuk datang dan beli buku di Pasar Kenari. Karena buat saya tempat ini sangat recommended, selain ada berbagai pilihan buku dengan harga terjangkau dan kualitas oke, tempat dan suasananya pun nyaman dan bersih. Bisa langsung membaca buku, menikmati kopi atau sekadar duduk-duduk saja.

Ps. I love how the sellers (some of them)  are kind enough to plastic-wrap the books. It warms my heart and literally makes me want to come back to this place.

Ingin membaca artikel seperti ini? Klik Pengalaman Beli Buku di Book Depository.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.