Mrs. Peregrine’s Home for Peculiar ChildrenAda film ada juga bukunya, novel fantasi salah satu yang best-seller. Well, saya belum sempat membaca bukunya. Tetapi di sela-sela waktu luang minggu lalu saya menonton film-nya. Saya kira film-nya akan terlalu ‘anak-anak’ sebagaimana judulnya. Berikut summary-nya:
Jake– nama panggilan Jacob, tokoh utama – sangat mengidolakan kakeknya Abraham. Kakek Jake selalu bercerita tentang kehidupan masa kecilnya yang ia habiskan di sebuah panti asuhan, rumah Mrs. Peregrine’s Home for Peculiar Children (rumah Ibu Peregrine untuk anak-anak aneh, rada aneh ya kalau diterjemahin ke Bahasa Indonesia). Anyway, kisah Abe – nama kecil Abraham- tentang rumah Mrs Peregrine termasuk dengan anak-anak aneh, dengan kemampuan yang tidak wajar seperti bisa terbang, menghilang, hingga mengubah seseorang menjadi batu.
Di suatu malam, saat Jake hendak mengunjungi sang kakek, dia melihat sesosok mahluk dengan mata putih susu, berada beberapa meter dari kediaman sang kakek. Jake berlari ke rumah sang kakek dan mendapati rumah tersebut kosong. Lalu, dia pun mencari ke halaman rumah. Di sana, ia menemukan sang kakek tercinta tidak berdaya dan sekarat. Kakek Jake membisikan sebuah rahasia kepada Jake sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Beberapa saat setelah Abe tiada, Jake melihat kembali sosok aneh, monster tepatnya, dengan tubuh tinggi besar dan lengan serta kaki yang meruncing, mendekat ke arahnya dan si kakek yang sudah kaku. Dengan kejadian tersebut, Jake merasakan shock yang luar biasa. Dia pun bercerita tentang monster yang ia lihat di malam kematian sang kakek kepada keluarganya, namun tidak satu orang pun percaya.

Jake depresi, dan harus melakukan terapi kejiwaan bersama seorang pskiater, Dr. Golan namanya. Dr. Golan menyarankan Jake untuk pergi ke pulau dimana sang kakek tinggal dan menghabiskan masa kecilnya. Berharap bisa menemukan jawaban dari kegelisahan dan misteri yang menghantuinya setelah kematian sang kakek.
Jake pergi ke pulau Cairnholm, Wales, bersama sang ayah. Di tempat tersebut, petualangan dimulai. Mulai dari pertemuannya dengan anak-anak berkemampuan aneh, hingga perjalanan ke masa lalu dan terus berkutat dengan tempat dan waktu yang berbeda.

Keanehan yang Kurang Aneh

Di akhir cerita, saya berkesimpulan jika film dengan judul anak-anak sekalipun tidak begitu anak-anak. Ceritanya yang melibatkan alur maju dan mundur, maju lagi dan mundur lagi sedikit membingungkan jika ditonton oleh anak-anak. Sekalipun kisahnya sendiri sebenarnya tidak terlalu rumit.

Selain itu, “peculiar” atau aneh tidak digambarkan dengan baik. Anak-anak dengan julukan peculiar tidak memiliki karakter ‘aneh’ yang kuat seperti disebutkan pada judul. Padahal, jika difokuskan lebih detail ke setiap karakter, film ini akan lebih memukau dengan fantasi dan ke-paranormal-annya.

Di Amerika Serikat, Mrs. Peregrine’s Home for Peculiar Children masuk dalam Box Office dengan pendapatan lebih dari USD 87 juta. Film ini juga masuk dalam nominasi Film Drama Favorit di People’s Choice Award yang digelar Rabu kemarin (18/1/2017).

Check the trailer of Mrs. Peregrine’s Home for Peculiar Children below 🙂



Sutradara : Tim Burton
Produser : Peter Chernin, Jenno Topping
Penulis Skenario : Jane Goldman
Cast :
Eva Green sebagai Mrs. Peregrine
Asa Butterfield sebagai Jake
Chris O’Dowd sebagai Frank
Terence Stamp sebagai Abe
Ella Purnell sebagai Emma
Samuel L. Jackson sebagai Barron

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.