us movie review

Akhirnya nonton film Us juga yang awalnya saya nggak berniat sama sekali nonton film ini. Gimana nggak coba, saya masih inget deg-degannya pas nonton film Get Out, yang sama-sama disutradarai Jordan Peele. Itu dag dig dug rasanya jantung mau copot, ditambah lagi dengan adegan yang gore-gore. Duh bikin stress aja saat nonton.

Saya yang faint-hearted ini memang beda banget sama hubby yang doyan nonton film macam thriller yang menegangkan plus banyak adegan berdarah-darahnya. Alhasil, hari Minggu yang bingung mau ngapain lagi kita habiskan dengan menonton film Us.

Film Us Review

Sebelum menonton, saya putuskan untuk melihat trailernya terlebih dahulu. Dan ya ampun, trailer yang berisi cuplikan-cuplikan adegan saja udah bikin tangan keringetan. Tapi nyali saya belum ciut di sini, meskipun jantung udah sedikit bergejolak. Akhirnya kita datang ke bioskop dan tumben banget bioskop di hari libur sepi. Pas duduk aja, kanan kiri kursi nggak ada yang isi. Otomatis, ini bikin suasan menonton malam itu semakin kerasa nyereminnya .

20.30 lebih, film pun dimulai. Dibuka dengan adegan menonton TV jadul, suasana masih terkendali. Adegan berganti, saat seorang anak kecil sedang berada di sebuah pasar malam bersama kedua orangtuanya. Si anak kecil ini bertingkah sedikit janggal. Saat si ibu pergi ke kamar kecil, si anak kecil tersebut menjauh dari keramaian menuju ke pantai. Di situ ada sebuah bangunan yang menarik perhatiannya, masuklah dia.

Di dalam bangunan tersebut, adegan cukup intense ditambah dengan efek suara yang luar biasa bikin jantung makin berirama kencang. Kemudian, adegan berganti lagi dengan set rumah semacam villa di pinggir pantai milik keluarga Wilson. Di sini, pun satu dua kali ketegangan terjadi. Namun, belum apa-apa hanya adegan-adegan kecil macam intermezzo saja. Keesokan harinya, keluarga Wilson berwisata di pantai. Awalnya, Adelaide Wilson menolak karena sesuatu mengganggunya. Namun, dia berusaha tetap santai dan ingin keluarganya menikmati liburan juga. Di sini, lagi-lagi ketegangan terjadi. Tapi sekali lagi, tegangnya masih belum seberapa.

Ketegangan sesungguhnya terjadi saat malam hari. Empat sosok hadir di halaman rumah tempat mereka berlibur, tak disangka keempat sosok tersebut menyerupai keempat anggota keluarga Wilson. Di sini, kamu nggak akan berhenti deg-degan. Suasana mencekam dan ketegangan semakin nggak terkendali.

Hingga film Us ending, nggak nyangka bakalan berakhir seperti itu. Di sini, saya ngerasa hampir tidak ada satupun pertanyaan selama menonton film Us terjawab. Justru, semakin banyak pertanyaan yang muncul setelah menyaksikan endingnya dan beberapa bagian di film ini bahkan bisa dibilang tidak masuk akal!

Kalau memang film ini nanti punya sekuel, menjadi pas ending tersebut untuk kemudian dilanjutkan di film berikutnya. Namun, jika film ini ternyata berdiri sendiri, sangat kurang oke rasanya dengan akhir yang dibuat seperti itu. Menggantung dan konfliknya masih belum terselesaikan. Jadi, kayak titik-titik random yang ditaruh gitu aja tanpa punya makna. Saya berharap bakalan ada kelanjutan Us yang akan bisa menjadi jembatan penyambut titik-titik tak berpola tadi.

Tapi yang saya suka dari Us ini adalah, di tengah semua ketegangan yang ada masih disisipkan humor yang menghibur.  Bayangin saja, kamu sedang tegang-tegangnya dan tiba-tiba salah satu tokohnya bertingkah konyol. Pengen ketawa ngakak rasanya. Satu, karena berhasil bikin humor di situasi menegangkan. Dua, karena emang humornya bener-bener lucu.

Ada satu hal lainnya yang bikin saya cukup tergelitik di adegan akhir film Us, yaitu saat kembaraan Adelaide mengatakan, “We’re American.” Kenapa menggelitik? Pertama, karena dia kulit hitam. Kedua, dia mengatakan kalau dia orang Amerika. Ini terdengar seperti semacam satir bagi saya karena yang seperti kita tahu kondisi sosial Amerika Serikat dari dulu emang ada diskriminasi ke orang kulit hitam. Namun, entah apa maksud sebenarnya dari kalimat tersebut.

Kalau dari segi akting, saya suka banget sama Lupita Nyong’o yang jadi tokoh utama, Adelaide Wilson. Nggak kalah okenya juga lawan mainnya Winston Duke yang berperan sebagai Gabe Wilson, suami Adelaide. Dan, kedua akting pemain yang jadi anak dari pasangan Wilson ini pun patut diacungi jempol lho, Shahadi Wright Joseph dan Evan Alex. Plus, akting satu anak kecil lagi yang muncul di awal film. Apalagi, seperti kita tahu masing-masing pemain memainkan 2 tokoh dengan karakter yang sangat berbeda sama sekali. Nggak mengejutkan kalau nanti pemain-pemain Us ada yang dapat Oscar deh.

Film Us Sinopsis

Film Us tayang di Indonesia mulai Rabu, 20 Maret 2019. Dan, masih tayang sampai sekarang di bioskop-bioskop kesayangan kamu.

Film Us menceritakan tentang keluarga Wilson yang dihantui teror saat berlibur musim panas di daerah pantai di Amerika. Teror semakin mencekam saat mereka kedatangan empat sosok yang ternyata mirip masing-masing dari keluarga Wilson. Kemudian, keluarga Wilson pun dipaksa untuk bertahan hidup di tengah keadaan menegangkan dan penuh ancaman tersebut.

Menurut sang sutradara, Jordan Peele, Us terinspirasi dari anekdot doppelganger. Peele sendiri pernah ngalamin ketemu orang yang mirip banget sama dia. Dan, ini bikin dia ketakutan. Dari sinilah, dia terinspirasi buat bikin film horror yang melibatkan orang-orang yang punya kembaran. Kemudian, Us pun tercipta.

(6,5/10)

Want to read more like this? Go check out [Review Film] Under The Silver Lake Analysis, Film yang Aneh.

(Sumber foto: Sumber: www.imdb.com)

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.