Sebelum me-review lebih jauh tentang karya Eka Kurniawan ini, saya ingin sedikit bercerita. Di tempat asal saya, masyarakat masih sangat mempercayai ‘pamali’. Bahkan mitos-mitos seperti yang diceritakan dalam buku ‘Lelaki Harimau’ pun sudah tidak asing di telinga mereka. Bisa dibilang cukup akrab. Tidak terkecuali di keluarga saya sendiri. Ibu pernah bercerita jika ayahnya – yang adalah kakek saya, merupakan seorang yang memiliki ‘kemampuan’ dan bisa mengubah wujud diri menjadi harimau. Bahkan setelah wafatnya sang ayah, ibu sempat ditemui oleh sosok seekor harimau. Terkejut bukan kepalang tentunya, apalagi di jaman tersebut pepohonan masih rindang dan semak belukar dimana-mana. Ibu pun terdiam, lebih karena takut kalau-kalau bergerak atau menjerit si harimau merasa terancam dan menerkam. Selama beberapa saat, mereka beradu pandang. Si harimau pun terdiam, dan kemudian berlalu begitu saja.

Sejak kejadian tersebut, ibu yakin jika memang sang ayah memiliki ‘kekuatan’. Kalau saya sendiri, masih antara percaya tidak percaya. Namun, siapa tahu? Saya sendiri tidak tahu apakah kisah ini ‘bisa’ diceritakan atau tidak kepada orang. Yet, here I am sharing you the story.

Kesimpulannya adalah, mitos-mitos semacam ini memang pada dasarnya hidup di masyarakat kita mau kita percaya atau tidak. Menurut saya, itu juga masuk ke dalam ragam kekayaan yang dimiliki Indonesia. Dan, Eka Kurniawan berani mengangkat tema tersebut ke dalam novelnya. Saya tidak tahu ada berapa banyak penulis yang mengangkat tema soal kekayaan Indonesia, tetapi bagi saya Mr. Kurniawan sendiri berhasil membuat ceritanya sangat menarik. Dengan cita-rasanya sendiri, begitu otentik dan penuh semangat.

Satu hal yang sangat menarik dari Eka Kurniawan bagi saya adalah, gayanya bercerita. Seolah dia punya dunianya sendiri. Menuliskannya ke dalam kata-kata lalu diundangnya orang untuk datang ke dunianya. Unik dan menggelitik. Saya kira tidak banyak penulis lain yang memiliki kesamaan dengan gaya penuturan sepertinya. Ini adalah bukunya yang pertama saya baca, dan dengan senang hati saya untuk membaca buku-bukunya yang lain.

(3.8/5)

Sinopsis

Lelaki Harimau menceritakan seorang bocah bernama Margio. Remaja tanggung yang seringkali diajak menggiring babi buruan ke perangkap. Tubuhnya tinggi besar, ototnya kekar. Suatu hari saat menunggu perburuan, dia justru melakukan pembunuhan. Paling keji dari yang bisa dibayangkan. Berbagai motif pun kian ditelisik, dari percintaan hingga pengkhianatan. Namun dengan tegas ia berkata:

“Bukan aku yang melakukannya.”

“Ada harimau dalam tubuhku.”

 

 

7 thoughts on “Lelaki Harimau by Eka Kurniawan”

    1. yups.. pernah diceritain emak begitu katanya dulu. tapi entah sih bener atau nggak.
      Iya bener, bahasanya lumayan vulgar sih apalagi pas bagian ‘gigitan’ nya. Euh bikin ngebayangin jadi mual deh.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.