pet sematary review

Lihat dari judulnya, Pet Sematary, ini film kayaknya bakalan lucu. Bayangin aja, apa coba kalau nggak lucu sekelas film luar gitu sampe judulnya pake kata misspelled. Eeeh salah, ternyata malah film horor cuy. Terus lihat trailernya, dan ternyata ini film diadaptasi dari novelnya Stephen King, si spesialis novel-novel horror dan thriller. Wah, langsung deh yakin mau nonton.

Pet Sematary Sinopsis

Pet Sematary menceritakan satu keluarga yang pindah ke kota kecil bernama Ludlow, Maine. Sebelumnya mereka tinggal di Boston,
Massachusetts, kemudian memutuskan untuk ingin sedikit bersantai, menikmati hidup dan punya waktu untuk keluarga terutama dari sisi sang ayah, dr. Louis Creed (Jason Clarke). Sampai di sini sedikit ngingetin ke film Us ya? Tapi no, cerita selanjutnya sama sekali berbeda dengan film garapan Jordan Peele kok.

Di lingkungan baru, masih terdapat hutan yang luas dengan rumah-rumah yang masih jarang. Tidak jauh dari rumah baru mereka, terdapat sebuah area pemakaman hewan-hewan peliharaan, dan ternyata area tersebut juga masih merupakan milik mereka. Di sini, ada tradisi yang dilakukan orang-orang sekitar untuk menguburkan hewan-hewan kesayangan yang tewas. Hal tersebut diceritakan oleh Jud, tetangga mereka yang sudah tinggal di daerah tersebut sejak kecil.

Setelah menempati rumah baru, bukannya ketenangan yang didapat justru hal-hal aneh mulai terjadi satu persatu. Dimulai dari seorang pemuda yang mengalami kecelakaan, meninggal kemudian hidup lagi beberapa detik hanya untuk memberi peringatan kepada Louis yang saat itu menanganinya. Lalu, kucing kesayangaan Ellie (Jeté Laurence), putri Louis, yang tewas tertabrak truk untuk kemudian hidup lagi setelah beberapa saat setelah dikuburkan.

Pet Sematary Review

Seram, ngagetin plus gore-gore adalah kombinasi mematikan untuk sebuah film horror. Dan semua itu bisa kita dapetin saat nonton Pet Sematary. Asli, adegan-adegannya bikin ngagetin bukan kepalang. Bahkan saat di menit-menit awal saja saya sampai menjerit saat adegan keluarga Louis baru pindah ke rumah barunya. Nggak cuma sampai di sini, kekagetan dan ketegangan terus bisa dirasakan sampai film selesai. Kekerasan dipenuhi darah pun memenuhi scene demi scene film berdurasi 101 menit ini, bikin filmnya makin seru plus menyeramkan.

Dan percaya atau nggak, kengerian Pet Sematary ternyata masih bisa kebawa sampai saya di rumah. Adegan ke adegan lainnya terus dimainkan di otak saya, nggak tahu kenapa ya. Tapi selain ngeri dan rasa takut yang saya rasakan, adegan Louis dan keluarganya yang mengalami hal-hal mengerikanterus terngiang.

Secara keseluruhan, menurut saya film yang digarap sutradara Kevin Kölsch and Dennis Widmyer ini porsinya di hampir keseluruhan aspeknya terasa pas. Ini bikin saya berpikir kalau Pet Sematary lebih baik dari film Us. Gimana, setuju?

Rating: 4/5

Want to read more like this? Go check out Film Us Review: Teror Mengerikan dari Kembaran.

(Sumber foto: www.imdb.com)

2 thoughts on “[Review Film] Pet Sematary”

  1. Penggemat film horor wajib nonton ni..
    Salah satu yg membuat aku malas nonton film h0ror salah satunya yaitu..suka kebayang2.. malemnya..hehehehe

    Tapi itulah bukti suksesnya sebuah film horor bisa merasakan kedalam hati dan pikiran rasa takutnya ..

    1. sama mbak, saya juga gitu sampe kebayang-bayang gitu apalagi sama pet sematary ini parah banget nggak tau kenapa sampe adegan-adegan detailnya masih ada aja di kepala sampe nyampe rumah bahkan paginya.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.