Pulang by Tere Liye

Pernah membaca buku yang digadang-gadang sebagai The Best, The Best-Seller dan all the best lainnya? Membaca Pulang karya Tere Liye menjadi pengalaman berharga bagi saya. Membuka mata saya jika pendapat kebanyakan orang tidak selalu benar. Yang mereka anggap bagus belum tentu (juga) bagus untuk kita, saya khususnya. Maafkeun. Tapi saya tidak setuju dengan mereka yang bilang buku ini the best.

Bagi saya, buku ini masih masuk kategori average, alih-alih above. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, sejujurnya saya berharap lebih pada buku ini, pada sang penulis. Alur ceritanya, plot-nya, karakter-nya, gaya bahasanya. Semua biasa. Tak ada yang wah.

Seperti halnya tokoh utama pada buku-buku lain yang memiliki ‘keistimewaan’, bagi saya Si Babi Hutan terlalu dispesialkan. Selain itu, alurnya terlalu terbaca. Gerakan selanjutnya terlalu kentara. Strategi musuh terlalu jelas. Si penghianat pun terlalu kelihatan. Begitu pula dengan akhir ceritanya, saya yakin pembaca bisa dengan mudah menebaknya. Lalu apa yang bisa saya harapkan untuk ‘ingin’ membacanya?

Bagi saya, ini buku Tere Liye pertama yang saya baca. Agak ketinggalan memang dari teman-teman lain penggemar buku yang bahkan sudah membaca karya-karya penulis yang satu ini jauh-jauh hari, bahkan tahun. Tetapi, membaca Pulang membuat saya berpikir untuk tidak dulu membaca karya Tere Liye yang lainnya. No offense, karena buku satu ini menurut saya tidak terlalu worth-reading dan belum tentu juga untuk buku-buku Tere Liye yang lainnya.

Perlu saya tegaskan, di sini saya hanya menyampaikan opini saya sebagai pembaca yang sudah membaca buku ini. Semua kembali kepada taste masing-masing. Bagi saya kurang, bisa jadi bagi Anda lebih.

(2,8/5)

 

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer