Review Buku A Pale View of Hills, Kazuo Ishiguro

A Pale View of Hills karya Kazuo Ishiguro menceritakan tentang seorang perempuan Jepang, Etsuko, yang kini tinggal di Inggris. Ia hidup seorang diri sepeninggal putri sulungnya yang bunuh diri, pun dengan suaminya yang juga telah lama pergi untuk selama-lamanya. Sementara itu, putri bungsunya memilih tinggal di kota lain, jauh darinya dan hanya sesekali berkunjung.

Di hari saat Niki, putri keduanya berkunjung, justu membawa Etsuko kembali mengenang masa lalunya. Kehadiran Niki membangkitkan kembali ingatan kepada si sulung Keiko yang lebih memilih mengakhiri hidup, juga tentang suami yang sudah wafat sebelumnya, serta tahun-tahun lalu sebelum Inggris. Ia kembali mengingat kehidupannya di Jepang, bersama suaminya terdahulu, sebelum hadirnya Keiko atau Niki, juga pertemannya dengan Sachiko.

Ishiguro merangkai kisah ini dengan rapi, menghidupkan kesenduan, pertanyaan yang sudah terkubur, juga rindu. A Pale View of Hills juga terasa melankoli tanpa membuat saya merasa sedih berlebihan.

Di samping kesenduan, saya juga merasa jika Etsuko kini memiliki kehidupan yang lebih tenang, alih-alih kesendiriannya. Karakter Etsuko, meski tak secara eksplisit digambarkan, terasa punya keberanian, yakni dalam memilih meninggalkan masa lalu untuk masa depan yang lebih baik.

Gaya penulisan Ishiguro cenderung minimalis namun berima dan begitu mengalir. Sementara ceritanya terbilang sederhana, tak melambung-lambung, tak mengarang-arang. Juga akhir ceritanya, tak seperti novel-novel lain, diakhiri ‘begitu saja’ dan apa adanya. Dan justru, inilah yang membuat A Pale View of Hills terasa lebih wah, lebih berkesan, dan lebih hidup.

Saya sangat menikmati buku ini. Cerita yang simple tetapi disusun dengan narasi yang sangat mengesankan. Saya betul-betul merasakan, Ishiguro memang seorang storyteller yang mengesankan. Ia membuat hal-hal sederhana menjadi menarik, dan kisah-kisah biasa jadi memesona.  

Sinopsis

Etsuko, seorang wanita Jepang yang kini tinggal seorang diri di Inggris. Kedatangan Niki, putri keduanya yang memilih hidup di kota lain, membawa Etsuko mengingat masa lalu. Ia mengenang Keiko, putri sulungnya yang memutuskan bunuh diri, suaminya yang juga telah wafat beberapa tahun sebelumnya, juga tentang Jepang, suaminya terdahulu, dan tentang pertemannya dengan Sachiko.

5/5 ★

Ingin membaca review buku seperti ini? Klik [Review Buku] Hujan Bulan Juni – Novel.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.