[Review Buku] Aku, Meps dan Beps

Hai, lebih dari sebulan tak jumpa ya.. 🙂

Mau sedikit review buku Aku, Meps dan Beps. Ini buku terunik yang pernah saya baca. Teman perjalanan yang sempurna. Sayangnya, halamannya tak banyak. Jadi nyesel baca sekali selesai. Hehe..

Aku, Meps dan Beps, ceritanya ringan, lucu dan hangat. Serasa dipelukan Ibu, atau mendengar candaan Bapak. Jadi ingat dulu pas waktu kecil sering main air kalau hujan. Nggak dibolehin hujan-hujanan ganti main di dalam rumah, bikin tenda, main sama boneka sampai tertidur. Bangun-bangun sudah di kasur.

Soca (tokoh Aku), Meps dan Beps-nya juga bikin ingat, dulu punya impian jadi astronot, sempat ingin jadi pelukis sampai ngebet pengen jadi jurnalis. Ah, masa kecil.

Soca, Meps dan Beps-nya juga bikin ingat kalau orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Walau kadang caranya belum tepat, bikin kita sedih atau malah-malah sewot.

Aku, Meps dan Beps juga menawarkan sisi lain sebuah keluarga, khususnya di lingkungan kita (baca: Indonesia) yang masih menjunjung nilai-nilai patriarki. Di buku setebal kurang dari 100 halaman ini juga memberikan gambaran, bahwa mengurus rumah tangga tidak harus melulu perempuan. Karena berumah tangga berarti saling melengkapi kekurangan suami maupun istri.

Meps dan Beps-nya Soca juga bikin iri. Mereka bukan pasangan ‘lazim’ seperti kebanyakan tapi punya cara beromantis ria yang berbeda. Seperti misalnya saat Meps kelelahan ketak-ketik di depan komputer seharian, Beps datang dan memijat-mijat punggungnya. Begitu. Mereka tidak menggunakan kata untuk mengungkapkan cinta, tapi langsung, tindakan yang berbicara.

(3,5/5)

Want to read more like this? Check out Muslihat Musang Emas.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer