Pernah nggak, baru pertama kenal tapi langsung jatuh cinta?

Ini kualami saat pertama kali membaca tulisan Norman Erikson Pasaribu lewat bukunya yang berjudul ‘Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku harus Menunggu’.

Buku setipis kurang dari 200 halaman ini mampu menyihir dengan gaya penulisan, pemilihan kata dan cerita-ceritanya. Wow. Se ri us. Sekeren itu.

Tema-tema yang diusung terbilang nggak umum, berani dan diceritakan dari persektif yang nggak biasa juga. Sementara alur ceritanya bisa membawa kita ke tikungan-tikungan tajam yang tak terduga. Bisa bikin kita terperanga sekaligus berdecak kagum.

Dan favoritku dari kumpulan cerpen di ‘Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu’ adalah Paskah. Bagian ini menceritakan bagaimana perbedaan ‘Paskah’ dalam hal ini yang dirayakan umat Kristiani dan Yahudi, ternyata bisa memisahkan dua insan yang saling jatuh cinta. Bahkan membuat salah satu tokohnya memutuskan bunuh diri, dengan meninggalkan surat bertuliskan ‘God, explain yourself’. Pas baca ini, saya berasa ditampar lalu tersadar, tentang dogma-dogma agama khususnya.

Terakhir, buku ini betul-betul mampu menggambarkan penantian, kesepian dan kesedihan yang dirasakan orang-orang saat menunggu. Entah saat menunggu kekasih datang, menanti kehadiran Tuhan atau menunggu saatnya pulang, meninggalkan orang-orang tersayang.

(5/5)

Want to read more like this? Kindly check out Sad Girls.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.