Duh, jatuh cinta sama tulisannya Norman Erikson Pasaribu. Taste-nya saya banget, cerita-ceritanya anti mainstream dan ending-endingnya.. wah tidak terduga. Dan yang paling mencolok, judulnya. Yups, puanjang buangettt.

Awalnya nggak nyangka buku ini bakalan se-wah ini. ‘Wah’ karena saya belum menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana luar biasanya buku ini.

Dari judulnya, saya mengira buku ini akan menawarkan cerita-cerita klise dengan ending-ending yang terbaca. Tapi saya salah, benar-benar salah. Buku ini seperti harta karun yang tersembunyi, menyimpan kejutan dan ke-wah-an yang luar biasa dan tidak teduga.

Tema-tema yang dipilih juga tergolong unik dan ‘berani’. Unik karena belum saya temukan tema-tema serupa di buku-buku lain, berani karena mampu mengusung kisah-kisah semacam gay atau seorang gay yang kembali menjadi ‘straight’, tema putus asa hingga bunuh diri.

Kata-katanya.. well-crafted. Enak sekali saat membacanya, dan saya benar-benar menikmati setiap kata, setiap ceritanya. Buku ini dengan mudahnya masuk dalam list terfavorit saya.

Dan terfavorit dari cerita-cerita di ‘Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu’ adalah Paskah. Diceritakan di situ bagaimana Paskah yang ‘berbeda’ ternyata bisa memisahkan dua insan yang saling jatuh cinta. Masa sekolah usai, keduanya berpisah. Hingga beberapa waktu berlalu, salah satu di antaranya ternyata memutuskan bunuh diri, dalam surat terakhirnya ia menuliskan ‘God, explain yourself’.

Last but not least. Buku ini betul-betul mampu menggambarkan penantian, kesepian dan kesedihan yang dirasakan orang-orang saat menunggu. entah saat menunggu kekasih datang, atau menunggu saatnya pulang, meninggalkan orang-orang tersayang.

(4.8/5)

 

Want to read more like this? Kindly check out Sad Girls.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.