Review Kitchen karya Banana Yoshimoto - pic by Oka

Ini buku pertama dari karya Banana Yoshimoto yang saya baca. Kitchen, begitu judulnya. Terdengar sederhana, dan memang ini seperti jadi gambaran ‘kesederhanaan’ dari keseluruhan isi novel dengan tebal 226 halaman ini.

Namun, itulah yang membuat saya sebagai pembaca merasa sangat terpikat. Saya jatuh cinta dengan gaya penulisan Yoshimoto. Sederhana, atau mungkin lebih tepatnya minimalis, dengan sedikit rima di sana – sini.

Yoshimoto agaknya tidak berusaha (baca: sengaja) membuat alur cerita dalam Kitchen jadi bombastis. Ia tidak berfokus pada kekuatan karakter tokoh-tokohnya ataupun twist yang penuh dengan kejutan. Ia juga seperti tidak menggebu-gebu dalam merangkai kisahnya. Ia fokus pada tema yang ingin ia sampaikan. Dengan kekuatan narasinya, tema kehilangan benar-benar menjadi pusat cerita.

Kitchen bercerita tentang gadis bernama Mikage Sakurai yang baru saja kehilangan neneknya. Padahal neneknya adalah satu-satunya keluarga yang ia punya. Orangtua Mikage telah lama meninggal dunia. Tiba-tiba, datang seorang pemuda bernama Yoichi yang mengajak Mikage untuk tinggal bersamanya dan ibunya (yang sebenernya adalah ayah Yoichi), Eriko.

Setelah beberapa saat tinggal bersama, mereka seperti membentuk ‘keluarga baru’ yang saling melengkapi satu sama lain. Namun, kehilangan lain datang dan membuat keluarga tersebut seperti kehilangan pegangan.

Ditemani oleh novela “Moonlight Shadow”, Kitchen jadi terasa lengkap. Dengan tema yang sama, kesederhanaan gaya penulisannya juga sama apiknya, menjadikan Kitchen menjadi lebih cantik. Atau, saya ingin bilang bahwa buku ini “effortlessly beautiful”.

Dan, meski masih awal tahun, saya yakin Kitchen akan menjadi salah satu buku favorit saya tahun ini.

Kutipan favorit:

There are many, many difficult times, god knows. If a person wants to stand on her own two feet, I recommend undertaking the care and feeding of something. It could be children, or it could be house plants, you know? By doing that you come to understand your own limitations. That’s where it starts.

Banana Yoshimoto, Kitchen.

5/5 ★

Ingin membaca review buku dari penulis Jepang lainnya? Klik [Review Buku] Killing Commendator, Haruki Murakami.

1 thought on “[Review Buku] Kitchen, Banana Yoshimoto”

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.