Review Buku Malam Terakhir, Leila S. Chudori

Malam Terakhir adalah buku kumpulan cerpen karya Leila S. Chudori terbit perdana pada 1989. Ini menjadi kali pertama saya berkenalan dengan karya-karya Leila. Ini kesan saya.

Malam Terakhir dibuka dengan kisah ‘Paris, Juni 1988’ yang tidak bisa dibilang sebagai kisah roman namun punya ending yang cukup mencengangkan. Selanjutnya, ada kisah ‘Adila’. Bagi saya, ini menjadi salah satu kisah yang paling menohok di buku ini di antara cerita-cerita lainnya.

Kisah ‘Adila’ ini bisa menjadi sentilan bagi para orang tua yang doyan memaksakan kehendak kepada anak-anaknya. Tak semua yang kita anggap benar dan baik, menjadi benar dan baik pula untuk orang lain.

Lalu, ada pula ‘Air Suci Sita’ yang mengangkat tema feminisme. Kisah ini bercerita tentang seorang perempuan yang mati-matian menjaga kesuciannya demi tunangannya. Namun, sang pria justru sebaliknya, tergoda dengan wanita lain dan tak bisa mempertahankan kesucian. Dengan balutan cerita pewayangan, kisah yang satu ini menawarkan punch line yang membuat kita tersadar akan hal yang selama ini kita anggap benar.

Dari kesembilan cerita pendek dalam ‘Malam Terakhir’, kesemuanya memiliki pesan yang penting sarat perenungan seputar romansa, keluarga, parenting, feminisme hingga sosial dan politik. Cerita-ceritanya juga jujur, berani dan menyentil, sehingga meskipun tebal buku ini hanya setebal 119 halaman saja namun tetap berbobot dan layak dibaca.

Ia baru ingat. Sang permaisuri tak pernah diberi kesempatan untuk bertanya kepada suaminya:

“Kakanda, apakah selama kita berpisah, selama aku dikurung di kerajaan penculik itu, engkau tak tergoda untuk bercengkerama dengan perempuan lain?”

3.5/5 ★

Ingin membaca review buku seperti ini? Klik [Review Buku] Rumah Kopi Singa Kopi Tertawa.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.