Review Modern Lovers, Emma Straub

Ingin membaca buku yang ringan tapi menyenangkan? Modern Lovers karya Emma Straub bisa menjadi pilihan. Buku ini memang cukup tebal, namun setiap halamannya jauh dari kata jenuh. Saya menikmati setiap lembar halamannya. Saya pun membaca buku ini dengan pelan-pelan sehingga tak ada kata yang terlewatkan.

Tentang Pencarian Jati Diri dan Kedewasaan Menghadapi Masalah

Modern Lovers Emma Straub bercerita tentang tiga pasangan yang masing-masing tengah menghadapi permasalahannya sendiri. Pasangan pertama, Jane dan Zoe telah menikah cukup lama dan usia keduanya pun tak lagi muda. Keduanya yang merupakan pasangan Gay juga telah memiliki seorang putri, Ruby yang kini sudah menginjak remaja. Namun sayangnya, kehadiran seorang putri ternyata tak mampu membuat rumah tangga keduanya semakin harmonis. Justru, seiring bertambahnya usia, bertambah pula masalah keduanya. Zoe pun kemudian mempertimbangkan untuk menggugat cerai Jane.

Pasangan kedua adalah Elizabeth dan Andrew, teman kuliah sekaligus sahabat Zoe. Mereka pun telah berumah tangga cukup lama, dan memiliki Harry, putra satu-satunya. Namun, persoalan pun masih menghinggapi keduanya. Meskipun hampir memasuki kepala lima, Elizabeth dan Andrew masing-masing masih merasa belum menemukan jati diri mereka. Ditambah pula dengan masalah rumah tangga lainnya, mereka yang selalu terlihat harmonis ternyata justru menyimpan bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Pasangan ketiga, Ruby dan Harry. Sudah dekat sejak kanak-kanak kemudian terpisah oleh perbedaan sifat hingga pergaulan, kini keduanya kembali bersama dan justru semakin mesra. Namun, keduanya yang masih belia sama-sama tengah dalam proses mengenali dan menemukan siapa diri mereka sesungguhnya.

Dari kisah ketiga pasangan ini, kita bisa melihat bahwa tak peduli sudah berapa lama bersama, masalah akan selalu ada. Usia pun tak pula berpengaruh terhadap berapa banyak persoalan yang dihadapi. Terbukti, ketiga pasangan ini tak selalu harmonis bahkan masalah selalu saja menghampiri, baik masalah keluarga atau masalah yang berkaitan dengan diri sendiri. Di sini, kedewasaan mereka diuji. Bagaimana mereka menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, kemudian menjadi titik balik hari-hari mereka selanjutnya.

Menyegarkan dan Menyenangkan

Modern Lovers by Emma Straub yang menghadirkan enam tokoh utama tak membuat ceritanya menjadi sulit dicerna. Ceritanya yang mengalir dan sesekali diselingi kehidupan masa lalu para tokohnya membuat saya sebagai pembaca merasa mengenal mereka, meskipun dalam takaran yang tak begitu dalam namun cukup dekat saja. Masing-masing tokoh diberi ruang untuk tumbuh dan bekembang untuk menunjukkan diri mereka.  Keenam tokoh juga diberi tempat untuk diceritakan dari perspektif yang berbeda, perspektif masing-masing keenamnya. Sehingga, cerita dan persoalan di dalamnya menjadi terasa utuh dan menarik untuk dibaca.

Dari segi penulisan, buku ini pun seperti jauh dari cela. Diksi sederhana dan kalimat-kalimat straight-forward membuat membacanya menyenangkan. Namun di sisi lain, buku ini tetap membuat penasaran karena alur ceritanya dan pengembangan tokohnya yang terasa cukup kompleks.

Ini menjadikan Modern Lovers sebagai buku yang ideal untuk dibaca kala liburan tiba. Reading for pleasure, begitu saya ingin menyebut buku setebal 353 halaman ini. Tak hanya tak membosankan, karya keempat Emma Straub ini pun membuka perspektif baru tentang kehidupan berumah tangga, berkeluarga atau bahkan tantangan-tantangan menjadi seorang remaja.

Modern Lovers menawarkan alur cerita yang lumayan kompleks, namun diksi sederhana dan kalimat-kalimat straight-forward membuat membaca buku ini menjadi menyenangkan dan jauh dari membosankan.

Ingin membaca review buku lainnya? Klik [Review Buku] Semasa – Teddy W. Kusuma dan Maesy Ang.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.