Review Buku Rumah Kopi Singa Tertawa

Setelah membaca Muslihat Musang Emas beberapa waktu lalu, saya bertekad untuk membaca buku-buku Yusi Avianto Pareanom yang lainnya. Kali ini, pilihan jatuh pada Rumah Kopi Singa Tertawa, yang merupakan kumpulan cerita-cerita pendek setebal 202 halaman.

Cerita diawali dengan kisah berjudul Cara-cara Mati yang Kurang Aduhai. Ini menceritakan seorang terpidana mati yang sebelum dieksekusi meminta berbagai menu wah sebagai santapan terakhirnya. Lalu, dikisahkan pula tentang Kakak Ipar yang ternyata menderita kanker pankreas dan divonis tinggal tujuh bulan usianya.

Berikutnya, ada pula cerita tentang kegusaran seorang penulis menjelang peluncuran buku terbarunya. Saking gusarnya, ia melakukan hal-hal di luar kebiasannya. Ada pula Edelweiss yang melayat ke Ciputat, Telur Rebus dan Kulit Kasim, dan sebagainya. Namun, favorit saya adalah Durna Sambat, tentang tokoh pewayangan yang diceritakan dari perspektif yang berbeda.

Dari cerita-cerita yang terkumpul dalam Rumah Kopi Singa Tertawa, saya bisa menyimpulkan jika penulis ingin memberikan sudut pandang berbeda dari berbagai hal. Tentang kematian misalnya, tidak selalu menjadi misteri karena bagi beberapa orang, ada pula yang sudah mengetahui kapan ajalnya akan datang sejak jauh-jauh hari.

Seperti pada buku Muslihat Musang Emas, gaya bercerita dan pemilihan kata di buku ini pun sangat enak untuk diikuti. Bahkan, saya seperti sedang didongengi saat membaca buku terbitan Banana ini. Tetapi sayangnya, tidak seperti cerita-cerita di Muslihat Musang Emas, twist di buku ini terasa kurang greget dan cenderung agak datar. Sehingga, saya yang semula berharap akan berdecak kagum di setiap akhir masing-masing cerita, ternyata hanya mendapatkan impresi yang biasa saja.

Jadi, menurut saya buku ini masih kalah oke dari Muslihat Musang Emas. Tetapi, bukan berarti buku ini jelek ya. Saya tetap suka, hanya kadarnya saja yang tidak lebih besar dari buku satunya. Saya juga berharap bisa segera membaca Raden Mandasia.

(4/5)

Ingin membaca review buku seperti ini? Klik Review Muslihat Musang Emas.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.