Review Buku See You In The Cosmos, Jack Cheng

See You In The Cosmos, buku setebal 314 halaman karya Jack Cheng ini membawa kehangatan kepada para pembacanya. Diceritakan dari sudut pandang seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, Alex Petroski, kalimat-kalimat yang disusun sangat sederhana nan lugu. Namun, cara memandang dunia lewat mata seorang Alex pun ternyata menyenangkan dan hampir selalu positif dan optimistis.

Alex, yang baru 11 tahun merasa jika dirinya sebenarnya lebih tua dari usianya itu. Betapa tidak? Alex seorang diri menjaga ibunya, memasak dan membereskan rumah. Alex juga memiliki sahabat dekat, seekor anjing yang ia beri nama seperti nama astronom kesukaannya, Carl Sagan. Yep, Alex adalah seorang anak yang sangat menggemari hal-hal berbau luar angkasa (cosmos). Dan, inilah yang menjadi motivasinya untuk membuat rekaman suara-suara di bumi untuk nantinya ia kirimkan keluar angkasa agar bisa diketahui oleh mahluk-mahluk di luar sana.

Mengemban misi ini, Alex lalu berangkat ke festival peluncuran roket SHARF. Tentu, ia terlebih dahulu telah membuat roketnya sendiri. Nantinya, ia akan menyisipkan iPodnya pada roket tersebut, dengan harapan roketnya akan sampai menembus atmosfer hingga sampai di luar angkasa. Berhasilkan Alex mewujudkan misinya?

Di SHARF, tak hanya ada peluncuran roket. Namun, banyak hal-hal lain juga terjadi pada Alex. Ia bertemu Zed, penganut Zen yang sedang puasa berbicara, Steve teman Zed, dan hal-hal tak terduga lainnya, serta petualangan yang menunggunya.

Tentang Keberanian dan Optimisme

Alex yang masih berusia 11 tahun, pergi ke festival peluncuran roket hanya bersama Carl Sagan merupakan tindakan yang tidak semua anak seusianya berani lakukan. Namun, Alex pun pada dasarnya tidak memiliki pilihan lain. Ia hanya memiliki anjingnya sebagai teman, sementara ibunya yang mengidap Scizhophrenia tak mungkin mengantarkannya. Begitu pula dengan kakak satu-satunya, Ronnie, jauh di Los Angeles. Alex yang gemar segala hal yang berbau kosmik, tentu tak ingin melewatkan kesempatan meluncurkan roketnya.

Ya, Alex adalah seorang anak yang pemberani. Selain itu, Alex juga anak yang memiliki keinginan kuat. Ia mengalahkan ketakutannya agar bisa mewujudkan harapannya, meluncurkan roket dan iPod kesayangannya ke angkasa. Alex juga cerdas, memiliki rasa penasaran yang besar dan memiliki banyak pertanyaan. Tak hanya itu, ia pun, seorang anak usia 11 tahun, ternyata punya pemikiran-pemikiran bijak yang sering dilupakan oleh orang-orang dewasa. Di bagian ini, terkadang saya sebagai orang dewasa merasa ikut tertampar oleh pernyataan-pernyataan Alex yang terdengar sederhana dan cenderung naif, namun benar. Saya juga kembali diingatkan bahwa kita orang dewasa terkadang terlalu jauh memikirkan sesuatu, padahal yang kita butuhkan ada di depan mata.

Saya pun dibawa terpana dengan kepribadian Alex. Saya juga sedih dan menangis saat tokoh Alex mengalami hal-hal yang tak mengenakan. Rasanya Alex seperti ada di hadapan saya, dan yang saya ingin lakukan saat membaca bagian-bagian sedih adalah; memeluk Alex.

Gaya Penulisan Sederhana dan Enak Dibaca

See You in The Cosmos adalah bacaan ringan, diceritakan dari perspektif seorang anak berusia 11 tahun, Alex. Melalui rekaman-rekaman sehari-hari, kita berkenalan dengan kehidupan Alex dan orang-orang di sekitarnya. Kalimat dan diksinya sangat sederhana, khas anak-anak. Pemikiran Alex juga lugu dan naif, tentu karena belum banyak makan asam garam. Namun justru, karena hal inilah, membaca buku ini jadi menyenangkan, dan hangat.

Dengan pemilihan kata yang enggak neko-neko, buku ini sangat cocok dibaca oleh anak-anak (SD) – dewasa juga boleh. Atau, buat kamu yang baru mulai membaca buku berbahasa Inggris juga saya sangat merekomendasikan buku ini. Lalu..

Selamat berpetualang bersama Alex!

Ingin membaca review buku seperti ini? Klik [Review Buku] Aku, Meps dan Beps.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.