[Review Film] A Star Is Born; A Real Love Story

Ingat The Fault in Our Stars saat pertama kali rilis 2014 lalu? Film tentang sepasang anak muda yang sama-sama menderita kanker dan saling jatuh cinta. Dari judulnya, dari sinopsisnya, saya sama sekali tidak tertarik buat menonton film ini. Bahkan setelah banyak yang review bilang kalau film ini oke, saya tetap keukeuh dan berpikir film ini bakalan cheesy. Dan, saya tidak suka film-film dengan cerita cheesy (baca: retjeh :p).

Lalu beberapa berlalu hingga tergerak lah saya untuk akhirnya menonton film yang diadaptasi dari novel John Green ini. Dan (drum rolls), ternyata saya sangat sangat sangat suka dengan filmnya, jalan ceritanya tidak tertebak dengan kisah yang orisinal.

Demikian dengan A Star Is Born, saat belum rilis sempat menonton trailer-nya, membaca sinopsisnya, dan tidak ada ketertarikan sama sekali. Karena, saya pikir film yang disutradari sekaligus dibintangi Bradly Cooper (sebagai Jackson Maine) ini akan menghadirkan kisah cinta picisan dengan bumbu-bumbu musik-musik pseudo plus penuh dengan woman-empowering speech.

Dan, rupanya saya salah (sekali lagi). Film ini di luar ekspektasi saya, menawarkan cerita drama yang (sebenarnya) sederhana tetapi begitu meyakinkan, penggambaran cinta yang tidak terlalu berlebihan namun pas (dan sempurna, menurut saya), serta diskografi yang memanjakan telinga.

Yang paling nggak saya duga lainnya, bahwa akting Lady Gaga benar-benar keren di film pertamanya ini (dengan peran signifikan). Kita semua tahu Lady Gaga bisa bernyanyi, tapi nggak nyangka dia juga bisa membawakan Ally dengan meyakinkan.

Lalu, Bradly Cooper. Kebalikan dengan Lady Gaga, saya tahu Mr Cooper punya bakat akting luar biasa – The Hangover dan Silver Linings Playbook adalah dua filmnya yang saya suka – tapi nggak pernah menduga kalau ternyata juga bisa bernyanyi dengan merdu bahkan memiliki suara yang khas. Kalau soal aktingnya, nggak usah ditanya lagi dan nggak perlu diragukan. Dia, menurut saya, all-out banget di A Star Is Born ini, and he is THE STAR!

Pesan Moral

Pertama, A Star Is Born bisa menjadi inspirasi bahwa menyerah bukanlah pilihan. Jika kamu sudah mencoba 1000 cara, mungkin cara ke-1001 lah yang akan membawamu pada kesuksesan. Jadi, jangan menyerah untuk meraih apa yang kamu impikan.

Kedua, cinta yang murni dan tulus tidak akan sedikitpun memiliki ego. Dia akan selalu menempatkan yang dicinta sebagai prioritas utama. Bahwa kebahagiaan si dia adalah kebahagiaanmu, dan kesedihannya adalah penderitaan bagimu.

A Star Is Born menggambarkan cinta yang begitu murni, cinta yang membangun, cinta yang menginspirasi.

Saran saya, tontonlah film ini bersama kekasihmu biar bisa benar-benar tahu bagaimana cinta yang benar-benar cinta itu. Dijamin, kalian berdua akan sama-sama meleleh dibuatnya.

Buat saya, selain TFiOS, A Star Is Born akan menjadi film lainnya yang akan berkali-kali saya tonton.

Sinopsis

Jackson Maine merupakan seorang penyanyi ternama, hingga pada suatu malam dia bertemu dengan penyanyi muda (berbakat) namun tidak seberuntung dirinya, Ally. Di mulai dari malam itu, keduanya saling jatuh cinta. Diundangnya Ally ke berbagai pertunjukan Jack, menjadi buah bibir, dan mengundang produser kenamaan untuk mengorbitkannya menjadi bintang.

Di saat karir Ally meroket, hubungannya dengan Jack menemui kemunduran. Terlebih, Jack juga harus bergulat dengan kecanduannya akan alkohol dan obat-obatan terlarang.

Rate: ★★★★★

Want to read more like this? Go check out The Shape of Water.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer