Review Film Ad Astra

Saking seringnya lihat iklannya di NatGeo, akhirnya nonton juga Ad Astra. Harapannya tentu, Ad Astra film bisa lebih keren dibandingkan film-film fiksi ilmiah serupa semisal Gravity atau Interstellar. Selain itu juga karena Brad Pitt yang jadi bintang utamanya.

Di awal-awal film, pace-nya terasa lambat. Dari satu adegan ke adegan lainnya terasa sedikit membosankan, meskipun cukup bikin penasaran. Lalu, film terus berlanjut dan kecepatan pace-nya terasa bertambah dan makin cepat saat eksekusi endingnya-nya. Daann, that’s it!

Begitulah, ternyata Ad Astra tidak lebih ciamik ketimbang film-film serupa sebelumnya. Tokoh Roy McBride yang diperankan Mr. Pitt aka tokoh utama yang menjadi pusat cerita pun tidak memiliki pengembangan karakter yang kuat. Lalu, kurangnya emosi di antara jalinan cerita dan tokoh-tokohnya pun membuat film ini jadi flat. Endingnya pun tidak memberikan kejutan apa-apa. Justru seperti terlalu buru-buru dieksekusi, padahal belum mencapai klimaks.

Meskipun demikian, satu hal yang sangat menghibur bagiku adalah visualisasi alam semesta di film ini, megah dan menghanyutkan sekaligus menakutkan. Dan, tentu saja akting sang aktor utama, Brad Pitt yang begitu meyakinkan meskipun kurang kuat dari segi karakter.

Selain itu, pesan yang kutangkap dari Ad Astra adalah film ini memberikan gambaran jika seberapa pun jauhnya kita mencari siapa jati diri kita, pada akhirnya akan kita temukan dalam diri kita sendiri.

(3/5)

Ingin membaca review film serupa? Klik Arrival, Film Terbaik 2016.

Foto: foxmovies.com

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.