[Review Film] The Art of Getting By: Semua Orang akan Mati, Apa Gunanya Berusaha?

The Art of Getting By, film remaja berbeda namun sangat disayangkan dibuat dengan eksekusi yang kurang matang. Karena, awalnya saya berharap film ini masuk di deretan film-film favorit saya dengan cerita ringan namun penuh makna.

Sally Howe: Do you have any friends, George?
George Zinavoy: I’m kind of a misanthrope. Not a choice, just a fact.

The Art of Getting By synopsis, menceritakan seorang remaja laki-laki bernama George Zinavoy (Freddie Highmore). Dia tidak memiliki teman, dan berpikir jika segala sesuatu di dunia ini tidak penting karena pada akhirnya semua orang mati. Lalu, apa gunanya berusaha? Pikirnya. Di tahun akhir masa study-nya, dia pun dihadapkan dengan kenyataan antara menjadi drop-out atau lulus dan melanjutkan ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi seperti harapan orangtuanya.

Sayangnya, George yang sangat fanatik dengan pemikirannya tersebut betul-betul tidak peduli dengan pendidikannya. Sampai pada suatu hari, dia dipertemukan dengan Sally Howe (Emma Roberts), dan berteman dengannya. Pertemanan keduanya yang mulai terjalin erat ternyata memiliki arti sendiri di hati George dan pelan-pelan ikut mengubahnya untuk mulai peduli masa depan.

Film berdurasi 83 menit ini pada dasarnya memiliki premis menjanjikan. Seorang remaja dengan, say mental illness, akhirnya mampu bangkit untuk meraih mimpi. Namun, dalam eksekusinya justru mengubah film yang disutradarai oleh Gavin Wiesen ini menjadi membosankan, dan mencoba romantis tapi kurang romantis.

We live alone, we die alone, everything else is just an illusion.

Untuk akting, Freddie Highmore membawakan George dengan meyakinkan. Dengan karakter menyebalkan, lonely dan terlalu banyak berpikir (or say self-oriented kind of person), George berhasil menjelma menjadi sosok tokoh utama yang unik.

Selain dua bintang utamanya, The Art of Getting By cast lainnya yaitu Sasha Spielberg, Marcus Carl Franklin, Andrew Levitas, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Last but not least, The Art of Getting By pada akhirnya kurang mampu menyampaikan pesan besar di dalam ceritanya. Mental Illness seperti yang dihadapi George, yang terkadang tidak sembuh hanya dengan obat-obatan medis atau terapi. Namun, cinta dan kasih – cliché but true, selalu bisa menemukan jalan untuk membuat seseorang lebih baik baik dari segi fisik maupun psikis.

2.5/5

Want to read more like this? Go check out Lady Bird.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer