I have always been into sci-fi. Ghost in The Shell, menurut saya, salah satu film genre fiksi ilmiah yang intriguing. Ceritanya sendiri ‘tidak begitu orisinal”. Artinya, ada banyak film-film sci-fi lain dengan tema dan alur cerita yang memiliki kemiripan. Ingat, tidak sama melainkan mirip. Namun, tidak seperti kebanyakan film fiksi ilmiah lain, film yang dibintangi Scarlett Johannsen ini mampu menghadirkan ‘horror’ tersendiri. A bit thrilling, I can tell.

And, I always love Ms. Johannsen. Setiap film yang dia bintangi selalu jadi hits dan masuk box office. Aktingnya selalu memukau, badannya itu lho aduhai (my woman-crush, walaupun sudah punya satu anak ). Okay, let’s move on to the story.

Ber-setting di Jepang pada jaman digital, di mana robot sudah menjadi bagian tak terpisahkan kehidupan manusia. Bahkan, robot sudah menjadi bagian dari tubuh manusia itu sendiri. Antara tubuh buatan (robot) dan tubuh alami pun hampir tidak bisa untuk dibedakan.

Ghost in The Shell menggambarkan kehidupan seorang wanita bernama Mira, mengalami kecelakaan dan dia hampir tidak dapat tertolong. Di saat yang bersamaan, ilmuan yang bekerja sama dengan pemerintah sedang mengembangkan suatu program rahasia. Program tersebut menggabungkan antara tubuh robot dengan otak manusia. Dengan kata lain, tubuh ‘konvensional’ manusia digantikan dengan lengan-lengan, kaki-kaki sintesis dan berbagai organ lainnya yang merupakan buatan manusia, para ilmuan.

Itu pulalah yang diterapkan pada Mira. Tubuhnya yang sudah tidak bisa diselamatkan (saat kecelakaan), digantikan dengan tubuh sintetis. Dengan prosedur yang sudah dijalaninya tersebut, ia harus menerima kenyataan jika ia dijadikan sebagai senjata.

Seiring berjalannya waktu, misteri kehidupannya pun sedikit demi sedikit terkuak. Mira manusia yang hidup di dalam otaknya mulai menggeliat. Saraf-saraf otaknya mulai memanipulasi kenyataan. Kilasan-kilasan masa lalu muncul dan menimbulkan berbagai pertanyaan. Ia mulai terpicu, berpikir tentang masa lalunya. Ia mulai penasaran, kenapa kilasan-kilasan kenangan tersebut muncul dan mengganggunya. Fakta pun sedikit demi sedikit mulai tersingkap. Satu per satu pertanyaan pun muncul menemukan penjelasan. Masa lalunya yang semula terkubur mulai menyembul, menemukan titik terang. Keluarga, kekasihnya hingga siapa dia sebenarnya sedikit demi sedikit menyeruak.

(7,8/10)

Official Trailer Ghost in The Shell

1 thought on “Review Ghost in The Shell”

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.