Review Inferno: Kembalinya Tom Hanks dalam Seri Robert Langdon

The first thing that came up on my mind when i heard Inferno is made into a movie, i promised myself to read the book first before watching the movie. But too bad, i did feel bad that i couldnt help myself to not watch it. It’s Tom Hanks, everyone!

Profesor Langdon, tokoh utama dalam Inferno, tersadar di sebuah rumah sakit. Bukan di Amerika, tempat terakhir di mana dia berada, melainkan di Florence, Italia. Sebagian memorinya hilang, tubuh lebam, luka sayatan di bagian kepala. Terlebih, dia pun tidak bisa mengingat kenapa dia berada di Italia.

Di rumah sakit, Langdon bertemu dengan Dr. Brooks, seorang dokter muda, gadis prodigy, yang kemudian menjadi partner dalam pencarian akan “inferno”.

Teka-teki pun dimulai. Berawal dari “pointer Faraday,” menuju ke clue berikutnya. Dante, penyair kelahiran Italia abad pertengahan, menjadi kunci penting dalam pencarian “inferno”.

Seek and find. Begitu salah satu bunyi dalam kalimatnya, dan itu pula yang Langdon dan dr. Brooks untuk menemukan petunjuk. Dalam perjalanan, mereka juga dihadapkan dengan berbagai masalah. Dari pihak berwenang Italia, WHO sampai musuh dalam selimutpun mengincar.

Diadaptasi dari Buku Best Seller Karya Dan Brown

Seperti saya sebutkan di awal, Inferno adalah perwujudan dari buku karya Dan Brown – Penulis The da Vinci Code – dengan judul yang sama, Inferno. Di semua film yang diadaptasi dari buku Brown, Tom Hanks selalu menjadi tokoh utama bernama Robert Langdon, tak terkecuali di film yang rilis 8 Oktober 2016 ini.

Nah, sebenarnya sebelum memutuskan menonton film ini, saya sudah janji untuk membaca bukunya terlebih dahulu. Sayangnya, saya sudah keburu nonton dan belum sempat membaca bukunya. Beberapa pembaca buku keempat dari Robert Langdon seri ini mengaku aktor sekelas Hanks sekalipun ternyata belum mampu “membawakan” penggambaran seorang Langdon seperti dalam buku. (FIY, buku sebelumnya adalah Angels and Demons, The Da Vinci Code dan The Lost Symbol)

Selain Tom Hanks sebagai Langdon, Felicity Jones didapuk sebagai dr. Brooks, Irrfan Khan sebagai Harry “The Provost” Sims, serta, Ron Howard sebagai sutradara.

“The human mind has a primitive ego defense mechanism that negates all realities that produce too much stress for the brain to handle. It’s called Denial.” (Dan Brown, Inferno)

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer