Sudah lama sekali sejak saya terakhir membaca buku kumpulan puisi. Baru-baru ini, saya membaca Milk and Honey karya Rupi Kaur. Well, I heard lots of good things about this book. Rupi Kaur sendiri merupakan penyair muda wanita, usianya baru 24 tahun, yang juga merupakan seorang feminis. Tak heran jika buku kumpulan puisi dan prosa ini mengangkat tema kewanitaan.

Di awal, Kaur bercerita mengenai pelecehan yang dialami seorang wanita, mulai dari verbal hingga fisik. Berbagai perlakuan yang diterima si wanita tersebut pun membentuk karakternya. Ia bahkan melabeli dirinya sebagai seorang yang bisa menggunakan tubuhnya untuk mendapatkan materi dan memberikan kesenangan bagi orang lain.

Bagian selanjutnya, Kaur membahas tentang jatuh cinta. Bagaimana pria dan wanita bisa memiliki satu perasaan bernama cinta, bagaimana mempertahankannya, bahkan tentang bagaimana merelakannya pergi. Dipaparkan pula secara detail, bagaimana dua sejoli merajut kasih. Cumbu hingga adegan bercinta pun digambarkannya dengan rinci. Tidak hanya itu, gejolak di dalam suatu hubungan pun dirangkum dengan penuh drama, seperti realita yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dialami sepasang kekasih. Pertengkaran hingga penyelesaian masalah yang dilakukan juga sangat nyata. Kaur seperti menyadur kehidupannya sendiri menjadi puisi-puisi dalam buku ini. Lalu, saat ternyata hubungan tidak berjalan dengan baik, Kaur memberikan sebuah solusi yang terkadang banyak pasangan melihatnya namun berpura-pura tidak mengetahuinya. Berpisah. Karena jika hubungan hanya bisa menyakiti satu sama lain, jalan terbaik terkadang menjadi hal yang paling menyakitkan yakni melepaskan si kekasih pergi. Realistis.

Puisi di dalam buku ini juga bisa menjadi referensi move on bagi mereka yang patah hati. Digambarkan Kaur, betapa sulit melepas seseorang yang kita kasihi, merelakan harapan, hingga harus berusaha pindah ke lain hati. Ya, di dalam Milk and Honey ini pun dijelaskan jika hal tersebut tidak lah mudah, namun bukan hal yang tidak mungkin.

Apa yang kamu lakukan setelah menemukan kembali cinta yang kamu cari? Apresiasi diri. Bahwa, sebelum kamu bisa mencintai orang lain, kamu harus mencintai dirimu sendiri. Hal yang seringkali kita abaikan, menghargai diri sendiri sehingga kita bisa menghargai pasangan, menghargai segala kekurangan dan kelebihan yang dia miliki.

how you love yourself is

how you teach others

to love you

Dalam puisi dan prosanya, Kaur menempatkan wanita sebagai subjeknya. Subjek tersakiti, bully hingga pelecehan baik verbal, fisik hingga seksual. Tetapi di bagian akhir buku, dia mendorong agar kaum hawa untuk berani. Berani mengambil sikap, berani berdiri dengan kakinya sendiri. Berani menjadi wanita mandiri yang mengedepankan kepentingan sekitar, membantu wanita-wanita lain, membantu sesama.

of course i want to be successful

but i don’t crave success for me

i need to be successful to gain

enough milk and honey

to help those around

me succeed

Milk and Honey terdiri dari 196 halaman. Pemilihan diksinya sederhana, tidak terlalu mengedepankan rima, tetapi mengutamakan makna. Itu yang saya rasakan – sebagai pembaca, terhadap apa yang ingin disampaikan si penyair. Saya yakin, kedalaman puisi dan kekuatan kata-kata Kaur dalam buku ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi tidak hanya bagi wanita, tapi juga para pria untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menghargai masing-masing perannya dalam kehidupan ini.

(4/5)

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.