Virtual Reality menjadi hype masa kini. Dunia buatan ini menjadi magnet dan daya tarik yang besar di industri teknologi saat ini. Tak ayal, masing-masing dari kita ingin mencoba merasakan ‘keluar’ dari dunia nyata untuk masuk ke dalam dunia virtual (baca: buatan) karangan imajinasi si pembuatnya.

Film Ready Player One mengangkat trend tersebut, namun dengan tingkatan Virtual Reality yang lebih tinggi. Digambarkan, di dunia virtual garapan Steven Spielberg ini Anda dapat membuat apa saja, dapat kemana saja atau menjadi siapa saja yang Anda inginkan. Ini menjadi semacam ‘jalan’ untuk kabur dari dunia nyata. Terlebih, Ready Player One mengisahkan dunia nyata di tahun 2045 dalam situasi yang kacau balau.

Tidak semata-mata masuk ke dalam Virtual Reality, karakter-karakter dalam Ready Player One juga berkompetisi seolah dalam video game. Mereka berlomba-lomba memecahkan misteri warisan si Creator Oasis, sebutan untuk virtual reality dalam Ready Player One.

Sebelum wafat, si Creator James Halliday menyembunyikan tiga kunci yang disebar ke berbagai penjuru, “dibungkus” dalam telur-telur Paskah. Inilah yang menjadi objek perburuan para egg hunter atau gunter selama bertahun-tahun dan belum mendapatkan hasil.

Sampai akhirnya Wade Owen atau dengan avatar bernama Parzival memecahkan misteri tersebut, menemukan salah satu kuncinya. Menyusul kemudian, ia pun bersama teman-temannya menemukan kunci selanjutnya.

Namun usaha Wade dkk tidaklah mulus, di tengah keberhasilannya mengumpulkan kunci-kunci tersebut, terhalang oleh Nolan Sorrento yang ingin merebut semua kunci dan mewarisi The Oasis.

Saat tinggal satu misteri belum terpecahkan, keadaan semakin tak terkendali. Parzival, Art3mis, Aech, Sho dan Daito diburu oleh Sorrento. Berlomba dengan anak buah Sorrento yang sedang berusaha memecahkan misteri tersebut, Parzival dan teman-temannya berusaha menyelamatkan diri sekaligus bertarung untuk mendapatkan kunci terakhir.

Dari keseluruhan adegan di Ready Player One, ada satu yang menurut saya sangat memorable. Adegan tersebut adalah saat Daito bermeditasi dan berubah menjadi gundam untuk melawan musuh.

Visually Appealing

Dari segi visual, tidak perlu diragukan lagi. Film garapan sutradara Steven Spielberg ini benar-benar memanjakan mata. Kita dibawa untuk ikut berimajinasi, berekplorasi di Oasis dan ikut hanyut masuk ke dalam teka-teki the Creator. Meskipun, harus diakui, dari segi cerita sebenarnya dan sayangnya biasa-biasa saja.

6,5/10

Want to read more like this? Check out Ghost In The Shell.

1 thought on “Ready Player One”

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.