Red Sparrow – Jika bukan penyuka film berdarah-darah dan tak kuat menyaksikan adegan-adegan penuh kekerasan fisik semisal penyiksaan, sebaiknya berpikir ulang untuk menonton film ini.

Film yang dibintangi Jennifer Lawrence ini memang berisi adegan-adegan brutal dan eksplisit baik adegan kekerasan maupun aktivitas seks-nya. Namun, terlepas dari itu semua Red Sparrow memiliki jalan cerita yang menarik dan twist yang apik. ­

Film yang disutradarai oleh Francis Lawrence (sutradara tiga seri Hunger Games) ini bercerita tentang seorang ballerina yang terpaksa pensiun dini akibat cedera yang dia alami. Tak disangka, hidup Dominika Egorova berubah setelah dia menerima tawaran sang paman, yang beralibi untuk membantunya dan sang ibunda. Dominika tidak memiliki pilihan lain dan terpaksa menerima tawaran tersebut. Dia terpaksa masuk ke Sekolah Sparrow di mana dia diajarkan untuk menjadi mata-mata, terutama bagaimana memanipulasi lawan. Di sini, tubuh menjadi media untuk menaklukan target.

Dominika pun muncul sebagai mata-mata berkemampuan luar biasa, handal memanipulasi pikiran dan pintar mengendalikan lawan. Sampai akhirnya misi-misi yang dia emban mempertemukannya dengan agen CIA Amerika Serikat Nate Nash dan jatuh cinta kepadanya.

Adegan-Adegan Memacu Adrenalin

Alur cerita Red Sparrow membuat penontonnya berpikir, ditambah lagi dengan akting seorang J-Law yang begitu meyakinkan. Membuat fokus utama film yang tidak lain adalah Dominika a.k.a J-Law menjadi benar-benar ‘terlihat’ namun tidak terasa berlebihan. Sayangnya, mungkin karena itu jugalah chemistry antara Dominika dan Nate menjadi tidak nampak.

Selain itu, film berdurasi 2 jam 20 menit ini juga akan memacu adrenalin penontonnya. Membuat suasana menegangkan dengan adegan-adegan kekerasan sekaligus ‘gerah’ dengan scene seks-nya. Meskipun demikian, menurut saya, adegan-adegan 18+ tersebut masih wajar dan frekuensinya tidak terlalu banyak. Kecuali di akhir cerita, adegan-adegannya membuat saya mengernyitkan dahi dan sesekali tak kuat dan menutup mata.

Red Sparrow juga hadir memberi sisi lain perang dingin antara kubu Rusia dan AS. Tak hanya itu, film ini juga memberikan gambaran akan kehidupan mencekam agen-agen rahasia di dunia. Juga, memberi tahu kita bagaimana peran negara (khususnya Rusia) terhadap warga negaranya bahkan hingga masuk ke ranah pribadi.

Ada satu hal yang unik dari film ini, aksen Russia J-Law yang menurut saya biasa-biasa saja. Tetapi di sisi lain, dia juga memberi kesan effortless saat berbicara dengan aksen tersebut (tidak terlalu dibuat-buat). Ditambah dengan kemampuan akting sang aktris berusia 27 tahun tersebut, sehingga akses yang biasa-biasa tersebut tidak terlalu kentara.

Selain kemampuan aktingnya, J-Law juga sangat memukau dari segi penampilan. Dari rambutnya yang awalnya brunette kemudian dicat menjadi blonde, memberikan kesan segar dan stylish.

(7,5/10)

Sinopsis

Dominika Egorova berprofesi sebagai seorang balerina. Bolshoi menjadi rumahnya menampilkan kemampuannya. Nahas, Dominika harus mengalami cedera parah dan tidak lagi bisa menari seperti impiannya. Vanya, sang paman memberinya tawaran. Solusi untuk membantunya keluar dari permasalahan keuangan, tempat tinggal dan beban biaya pengobatan ibunya karena dia sudah tidak lagi bisa tampil di panggung Bolshoi. Tak punya pilihan, Dominika terpaksa menerima tawaran sang paman. Dan ternyata, tawaran sang paman hanya menjadi solusi sementara permasalahnya. Dia terjerumus ke berbagai permasalahan yang semakin berat sampai nyawa menjadi taruhannya. Mulai dari masuk ke sekolah Sparrow, hingga dicurigai sebagai mata-mata musuh.

Note: Semua gambar diambil dari Foxmovies.com

 

Want to read more like this? Check out Don’t Breathe.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.