Pernah ku buka mataku 


tuk sejenak sembunyikan perihku


ku amati sisi terangnya


ku cari damainya, indahnya


di manakah???


Mencari penawar rinduku


Mendekap pedih dalam lukaku


Karena hilang, semua ini tak pernah


Kedamaian yang kucari, kembali membawa bayangmu


Kembali ku rasakan kekosongan tanpamu


Ku hadapi duniaku yang seakan kelam dan semu


Mendalam, makin terisi kekosonganku


Meluap emosiku, kehampaanku


Telingaku merindu bisikmu


Mataku sayu berharap menatapmu


Dan lidahku kelu..lelah menyebut namamu


Dan hatiku..


Sakitnya, hidupku seakan terasa jemu


Kelabu dan berharap dunia tak menggangguku


Saat aku menunggumu

1 thought on “Tak Pernah”

  1. Terima kasih atas partisipasinya, mohon maaf bila kami belum catat sebagai peserta lomba, syarat puisi minimal 1 paragraf, maksimal 3 paragraf (per paragraf maksimal 4 baris), lihat contoh diatas., Hari ini tgl 17 Mei 2013 pukul 24:00 lomba akan ditutup, segera edit puisi anda.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.