diary of a young girl by anne frank review

The Diary of A Young Girl, ditulis oleh Anne Frank saat dalam persembunyiannya di Amsterdam. Tahun 1942 hingga 1944, Anne bersembunyi bersama Ayah, Ibu dan saudara perempuannya. Mereka lari dari Nazi yang saat itu sedang gencar-gencarnya memburu Yahudi. Untuk mengisi waktu, Anne pun menulis diary tentang aktivitasnya di Secret Annexe, tempat persembunyiannya. Terkadang dia juga menulis tentang pandangannya mengenai perang dan politik. Dia juga menulis tentang pencarian jati diri, dan perasaan cinta/afeksi yang dia rasakan seiring ia beranjak remaja.

Sebelum membaca The Diary of A Young Girl, saya tidak berekpektasi apapun. Baik ceritanya akan biasa-biasa saja atau menarik, ataupun bagaimana penulisannya apakah mudah dicerna atau membosankan. Namun, satu yang pasti yakni kita semua sudah mengetahui akhir dari buku ini.

Ketika saya mulai membaca bukunya, The Diary of A Young Girl ternyata jauh dari pada hanya sekadar buku diary. Saya sangat tertarik dan bersemangat membaca mulai dari halaman-halaman pertama hingga akhir.

Di halaman-halaman awal, saya merasa baru berkenalan dengan Anne dan diajak masuk ke tempat persembunyiannya. Selanjutnya, saya dikenalkan dengan ayah, ibu dan saudarinya. Kemudian, saya dikenalkan juga dengan penghuni lain Secret Annexe yakni keluarga Van Daan dan Mr. Dussel serta orang-orang yang ikut membantu persembunyian mereka.

Di halaman-halaman berikutnya, kita dibawa semakin dekat dan mengetahui keseharian Anne. Lebih jauh, kita juga diajak ikut berdiskusi tentang pemikiran-pemikiran dan perasaan Anne. Anne, gadis 13 tahun tersebut ternyata tumbuh menjadi lebih dewasa dari usianya. Itulah mungkin yang akan terjadi jika kita ditempatkan di situasi sulit seperti itu, ikut mengubah kebiasaan sehari-hari sekaligus turut mengubah cara berpikir.

Dari tulisan-tulisannya, saya bisa tahu Anne adalah gadis pemberani, pemberontak, dan penuh percaya diri. Dia berani mengekspresikan pandangan-pandangannya, menolak jika sesuatu tidak sesuai dengan pemikirannya. Tidak melulu sedih, melalui diary Anne kita juga diberi gambaran jika mereka terkadang masih bisa tertawa meski situasi sulit hampir setiap harinya. Bayangkan saja, hidup di bawah tekanan, bersembunyi dari waktu ke waktu, tidak pernah merasakan segarnya udara luar, dan terkadang kelaparan karena habisnya bahan makanan. Ditambah lagi dengan ketakutan jika Gestapo menemukan persembunyian mereka, ancaman dibawa ke Concentration Camp dan berakhir dengan kematian bukan kemustahilan.

Satu hal yang perlu diingat, The Diary of A Young Girl ini bukanlah fiksi namun kumpulan kejadian yang benar-benar terjadi. Tidak ada alur cerita, dan tidak pula dibuat sedemikian rupa dengan niatan untuk memuaskan pembaca. Jadi, bersiaplah dengan kenyataan jika kamu ingin membaca buku ini.

Satu hal lagi, buku ini yang merupakan catatan yang sebetulnya bersifat personal bagi Anne. Namun sebagaimana keinginan Anne sendiri dan itupun tertulis dalam buku ini, akhirnya diary ini dipublikasikan dan kini sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh dunia. Oh ya, buku ini juga menjadi impian yang menjadi nyata bagi Anne, seperti yang dia katakan “I want to go on living even after my death.”

Secara manusiawi, saya sangat sedih dan prihatin dengan apa yang mereka alami. Catatan harian Anne Frank ini mungkin hanya salah satu representasi penderitaan orang-orang Yahudi kala itu. Catatan ini juga menjadi bukti sejarah jika Holocaust memang benar terjadi, dan menjadi bahan pembelajaran bagi kita yang hidup kini. Semoga tidak akan pernah terjadi ‘Holocaust-holocaust’ lain di masa yang akan datang.

Favorite line:

People who have a religion should be glad, for not everyone has the gift of believing in heavenly things. You don’t necessarily even have to be afraid of punishment after death; purgatory, hell, and heaven are things that a lot of people can’t accept, but still a religion, it doesn’t matter which, keeps a person on the right path.

Want to read more like this? Go check out [Review Buku] Aku, Meps dan Beps.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.