The Shape of Water

Pernah jatuh cinta pada pandangan pertama? Atau, pernah bertemu seseorang yang membuatmu berpikir, ‘ini jodohku’?

Dua pertanyaan di atas setidaknya mewakili sebagian besar jalan cerita dalam film The Shape of Water. Bergenre Drama Fantasi, film ini bercerita tentang seorang wanita bisu yang bekerja tukang bersih-bersih di NASA, yang juga seorang yatim piatu, jatuh hati kepada mahluk amfibi. Kamu mungkin bertanya, ‘kok bisa?’.

Cinta bisa membuat orang lupa segalanya, lupa logika, lupa resiko. Itu pula yang dialami Elisa Esposito. Cintanya buta, cinta pada pandangan pertama. Yang paling gila, dia jatuh cinta bukan pada seorang melainkan seekor – mahluk amfibi yang menjadi objek penelitian di laboratorium NASA.

Berlatar tahun 1960-an saat perang dingin masih berkecamuk, film ini memang dibuat dengan nuansa yang berbeda. Dengan cerita yang sebagian romansa, kita diajak Guillermo del Torro melihat situasi ini dari sudut pandang yang berbeda. Apalagi dengan akting para pemainnya, terutama Sally Hawkins (Elisa Esposito)  sebagai tokoh utama, bisa membuat kita terpana. Menjadi seorang tokoh bisu, tentu bukan hal yang mudah. Tetapi semua emosi dan perasaan bisa ditampilkan ke dalam visual dengan cukup sempurna. Ditambah dengan kehadiran Olivia Spencer sebagai Zelda Fuller, teman dekat Elisa, membuat film ini layak untuk Anda nikmati.

Sayangnya, untuk jalan cerita yang juga ditulis oleh sang sutradara bagi saya kurang menarik. Bisa dibilang romansanya sedikit klise, apalagi dengan akhirnya. Tetapi, tidak ada salahnya buat Anda yang menyukai film drama fantasi untuk menonton The Shape of Water. Tidak ada ruginya juga, karena film ini cukup menghibur dan mungkin bisa membuat Anda melihat cinta dari sisi yang berbeda. Apalagi, raihan nominasi Oscars untuk film ini sangat luar biasa, 13 jumlahnya.

(6/10) 

Sinopsis

Elisa Esposito bekerja sebagai tukang bersih-bersih di laboratorium NASA. Tinggal hanya dengan Giles, yang tak memiliki hubungan saudara pun bukan siapa-siapanya, membuatnya kesepian. Terlebih dia juga seorang tuna wicara, membuatnya tidak banyak memiliki teman. Suatu hari, objek terbaru penelitian di laboratorium didatangkan saat Elisa bersama temannya,  Zelda, saat sedang melakukan tugasnya. Elisa yang dipenuhi rasa penasaran mendekati objek tersebut, dia kaget saat objek terebut bergerak dan mengeluarkan suara. Hal tersebut tidak menyurutkan rasa penasarannya, justru malah membuatnya semakin terobsesi.

Want to read more like this? Go check out Paterson.

1 comments On The Shape of Water

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer