Thelma merupakan film supernatural-drama-thriller Norwegia garapan sutradara Joachim Trier. Film ini dibintangi oleh Eili Harboe sebagai Thelma, karakter utama dan Kaya Wilkins hadir sebagai Anja. Ada pula pemeran pendukung lain yakni Ellen Dorrit Petersen dan Henrik Rafaelsen sebagai orangtua Thelma.

Film ini dibuka dengan adegan di mana Thelma kecil sedang ikut berburu dengan ayahnya. Saat pelatuk senapan hendak ditarik, sang ayah justru mengarahkannya pada Thelma dan bukannya pada rusa di depannya. Dan……….

Ya, dibuka dengan adegan yang cukup intense, membuat saya langsung ‘terpancing’ dan tertarik menonton Thelma hingga selesai. Selanjutnya, adegan didominasi dengan kehidupan seorang Thelma yang kini mulai masuk ke dunia kampus. Di mana ia kini harus hidup seorang diri, jauh dari kedua orangtuanya yang begitu protektif dan konservatif.

Suatu hari saat Thelma sedang duduk di perpustakaan, seorang gadis, Anja menghampiri dan duduk di sampingnya. Tiba-tiba hal aneh terjadi. Thelma mengalami kejang-kejang dan harus dibawa ke rumah sakit. Di sana, Thelma diperiksa dan dibutuhkan tindakan lebih lanjut mengenai sakit yang ia derita.

Dari pertemuan pertamanya, sesuatu menarik Thelma untuk lebih dekat dengan Anja. Keduanya berkenalan, Anja mengajaknya keluar dan hangout bersama teman-temannya. Hari demi hari pertemanan tersebut ternyata berubah menjadi perasaan yang lain. Thelma jatuh cinta pada Anja, dan begitu pula sebaliknya. Namun, hal tersebut menimbulkan pergulatan batin di dalam diri Thelma. Terlebih ia dibesarkan di keluarga Kristen yang taat. Hal-hal seperti itu tentu dilarang dan akan mendapatkan pertentangan keras dari kedua orangtuanya.

Dari pergulatan batin Thelma tersebut, saya disuguhkan emosi-emosi yang begitu nyata yang dibawakan oleh Harboe. Aktingnya sangat natural, dari bagaimana ia menekan perasaannya, hanyut dan hingga perasaan tersebut tidak mampu ia bendung lagi dan ‘meledak’, membawa petaka bagi semuanya.

Anja menghilang, dan Thelma tahu betul itu salahnya. Ia pun semakin yakin, sesuatu yang salah sedang terjadi pada dirinya. Kenangan kelam masa lalu pun kembali datang. Hadir dalam lamunan, dan mimpi-mimpi malamnya.

Tidak banyak dialog terucap dalam adegan-adegannya. Tetapi gambar dan tata pengambilannya dibuat sedemikian rupa hingga berbicara lebih dibandingkan kata-kata. Begitu artistik dan indah, dengan sedikit sentuhan CGI di bagian tertentu, yang bahkan saya tidak sangka.

Di sisi lain, film ini slow-paced dari satu adegan ke adegan lainnya. Sehingga, bagi beberapa orang mungkin akan terasa sedikit membosankan. Selain itu, bagian inilah –slow paced scenes – juga yang membuat film ini bisa dibilang thriller. Padahal, pada kenyataannya, adegan-adegan thriller sangat sedikit sekali tidak seperti film-film thriller kebanyakan.

Tetapi secara keseluruhan saya menyukai film ini. Ceritanya kelam, pengambilan gambar yang indah, dibungkus dengan bumbu supernatural dan akting pemainnya yang memukau.

(8/10)

Sinopsis

Thelma, seorang gadis remaja yang kini mulai masuk dunia kuliah. Jauh dari kedua orangtuanya, dia mencoba berbaur dan menemukan teman baru. Hingga akhirnya ia bertemu Anja, jatuh cinta dan hal-hal aneh mulai menimpanya. Tak disangka, Thelma ternyata menyimpan masa lalu yang kelam yang kini mulai menghampirinya kembali.

 

Want more like this one to read? Go check out The Girl on The Train

2 thoughts on “Thelma”

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.