Trip 2 Hari 1 Malam ke Pulau Tidung

Merasakan tinggal di Jakarta selama lebih dari dua tahun belakangan memang cukup menguras ‘hidup’ saya. Mulai dari waktu, tenaga, pikiran hingga materi. Memang, orang bilang mencari uang di Jakarta itu sangat mudah. Ada benarnya juga, tapi jangan lupa, mengeluarkannya pun jauh lebih mudah lagi. Selain materi, ada hal lain yang bisa dengan mudah kita dapat dengan hidup di Ibu Kota, stress!  Yups, ada buanyak stressor di kota yang katanya metropolitan ini. Kemacetan, tuntutan kerja, atau tuntutan orangtua yang menyuruh segera menikah. Ups! Hehe.

Itu pula yang saya alami. Maksudnya, perasaan stress dan jenuh karena rutinitas pekerjaan dan kehidupan di Jakarta secara umum selama hampir dua tahun ini. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk berlibur. Belum bisa jauh-jauh dari Ibu Kota tercinta, hanya sedikit menyeberang lautan untuk sampai di salah satu pulau dari gugusan Kepulauan Seribu, Pulang Tidung namanya. Hanya 2 hari 1 malam saja, saya menghabiskan akhir pekan di pulau eksotis ini. And guess what? Biayanya sangat terjangkau. Cukup dengan Rp 300.000,00 saja, saya sudah bisa memanjakan mata dengan pemandangan indah panorama pantai, menikmati eksotisme karang dan ikan-ikan warna-warni dengan bersnorkeling, termasuk pula cottage untuk bermalam plus makan tiga kali sehari.

Trip ke Pulau Tidung

Perjalanan saya mulai dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. Bangun pagi sekali sekitar pukul 4.00 dini hari. Karena masih sangat pagi dan sulit mencari kendaraan umum (yang diharapkan bisa jauh lebih murah), akhirnya diputuskanlah untuk memesan GoCar. Well, saya tinggal di daerah Jakarta Pusat dan untuk mencapai ujung utara Jakarta dengan taksi online ini cukup menguras kantong. When you have decided to go backpacking but then you must face this situation, I bet you know what I mean.

Perjalanan dari tempat tinggal hingga pelabuhan memakan waktu sekitar lebih dari satu jam 30 menit. Ditambah dengan jalan di sekitar pelabuhan yang cukup sempit, sehingga kendaraan harus mengantri, bergantian untuk bisa masuk dan keluar.

Setelah sampai, saya pun bergegas menuju loket pembelian tiket. Well, don’t be surprise, they are very conventional. Tiket dijual secara manual. Tapi, tidak perlu khawatir. Tinggal mendekat ke bagian yang menjual tiket sesuai tujuan dan bayar dan done! Untuk ke Pulau Tidung, cukup membayar Rp 50.000,00 saja. Terjangkau, bukan?

Tips: Pakai pakaian yang nyaman dan bisa menyerap keringat, kondisi di kapal cukup panas meskipun terdapat kipas. Untuk alas kaki bisa menggunakan sandal maupun sepatu. Oh ya, jika perjalanan laut ingin lebih cepat bisa menggunakan speedboat dengan biaya sekitar Rp 300.000,00 / orang untuk sekali perjalanan.

Tiket sudah di tangan, waktunya untuk boarding. Di pintu masuk menuju area sandar kapal, saya harus membayar biaya masuk peron sebesar Rp 2000,00. Setelah itu, saya pun masuk ke dalam kapal dan menunggu keberangkatan pukul 08.00. Walaupun pada kenyataannya, jam keberangkatan mundur dan baru berlayar sekitar pukul 8:30. Untuk mencapai Tidung, setidaknya saya ‘terombang-ambing’ di lautan selama kurang lebih 3 jam.

Suasana di Kapal Menuju Pulau Tidung
Tips: Untuk yang mabuk laut, buat diri kamu senyaman mungkin saat berada di kapal.  Ukuran kapal yang tidak besar membuat goncangan ombak cukup terasa. Siapkan tolak angin dan permen karena keduanya akan sangat membantu kamu saat kepala mulai pusing bahkan ingin muntah. Yang terakhir, siapkan plastik hitam kalau-kalau kamu sudah tidak bisa menahan rasa mual. Dan, jangan lupa untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat.

Sekitar tiga jam berlalu, dan sampailah di pelabuhan tujuan. Agak sedikit kecewa ketika sampai di Tidung karena disambut dengan sampah-sampah yang mengapung di perairan sekitar pelabuhan. Sulit dipercaya, ternyata masih ada orang yang setega itu mengotori keindahan luar biasa yang diciptakan Sang Maha Pencipta. Di samping itu, ada pula ikan-ikan kecil bergerombol dalam jumlah cukup besar yang terlihat dari atas permukaan air yang menyambut saya.

Kurang dari pukul satu, saya sampai di penginapan. Penginapannya sangat luas, terdiri dari tiga kamar dengan ukuran besar, dua buah kamar mandi, AC, kipas, TV, dispenser dan tempat menjemur pakaian. Untuk ukuran Rp 300.000,00, penginapan tersebut sangat sangat worth-it. Beberapa menit kemudian, menu santap siang pun datang. Ikan bakar ukuran jumbo (it WAS so big, indeed), sayur asem, sambal, krupuk dan buah. Menurut saya hidangan tersebut sudah bisa dibilang sangat lengkap dan rasanya pun cukup lezat. Setelah makan saya pun beristirahat sejenak. And you know, di samping penginapan tersebut, saya bisa langsung memandangi pantai dengan airnya yang super jernih plus pasir putihnya.

Menikmati Sunset di Pulau Tidung

Pukul empat sore, saya bersepeda ria. Kemudian, saya melanjutkan dengan bersnorkeling. Sayangnya, saat itu cuaca sedang kurang bersahabat sehingga sulit untuk mencari spot yang tepat untuk bersnorkeling. Akhirnya, saya memutuskan untuk berkeliling saja dan menikmati indahnya pemandangan matahari tenggelam.

Jembatan Cinta

Malam hari, saya menuju jembatan cinta. Ya, di pulau ini memang sangat masyhur dengan jembatan cintanya. Di malam hari, jembatan ini dengan lampu-lampunya terlihat sedikit mirip dengan Jembatan Ampera di Palembang kala malam hari namun dalam versi mini.

Di hari kedua, saya mengunjungi Pantai Saung Perawan di Pulau Tidung besar. Pantainya lebih tenang dan lebih children-friendly, cocok bagi mereka yang membawa anak-anak. Ombak yang tenang, pepohonan besar di tepi pantai. Bahkan jika kamu hanya ingin berjemur di pantai, tempat ini sudah sangat memanjakan.

Pantai Saung Perawan
Tips: Bawalah kaca mata hitam agar tidak silau.

Sayangnya di hari kedua sekaligus terakhir tersebut, saya hanya bisa menikmati keindahan Pantai Saung Perawan sebentar saja karena kapal untuk kembali ke Jakarta berangkat pukul 11.00. Oh-no-Monday!

Tips: Kemana pun kamu berlibur kamu, JANGAN PERNAH membuang sampah sembarangan. Please, please please! Kalau perlu, bawa plastik sendiri untuk menyimpan sisa makanan atau bekas tempat makanan/snack. Jaga selalu kebersihan. Your awareness does matter for our future generation.

3 comments On Trip 2 Hari 1 Malam ke Pulau Tidung

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer