review cafe tuanruma

Lokasi tempat tinggal saya ke Green Pramuka Square kurang dari tiga kilometer. Minimal seminggu sekali mampir ke malnya, dan karenanya pasti jadi aware banget kalau ada tempat makan yang baru buka di situ. Nah, beberapa minggu ini udah sering ngawasin kafe baru, Tuanruma namanya. Akhirnya, Jumat, 12 April kemarin memutuskan untuk icip-icip menunya.

Di awal saya dan hubby memang berencana mau ngopi-ngopi saja sambil menunggu film Pet Sematary yang tayang jam 20.15 WIB di CGV. Awalnya mau ke Mokka, tapi pengen nyoba yang belum pernah dicoba hingga akhirnya memutuskan ke Tuanruma di Green Pramuka Square, Lantai Ground, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Apalagi sebelumnya sudah punya niatan ke tempat ini melihat suasana tempatnya yang cozy abis. Kemudian, kami pun melihat-lihat buku menu di pintu masuk. Menarik, dari gambar-gambar menu bercitarasa lokal seperti ayam geprek, es cendol dan bubur kacang ijo, hingga makanan western seperti spaghetti, fish and chips dan lain sebagainya betul-betul menggugah selera. Akhirnya, kami pun yakin dan masuk ke Tuanruma.

Selanjutnya, saya memesan segelas Iced Caramel Macchiato dan Nasi Dory Saus Thai sementara hubby pesan menu dessert saja yakni Bubur Ketan Hitam dan Es Cendol. Menunggu sekitar 10 menit, makanan pun datang. Pertama, es cendol. Tidak seperti biasanya, es cendol di sini ternyata sangat encer. Saus gula merah yang menjadi ciri khasnya tidak terasa, ditambah dengan ‘kuah-nya’ yang super encer seperti tanpa santan. Rasanya hambar dan cendolnya juga masih kasar membuat menu yang satu ini seperti asal-asalan dibuat.

Lalu, datanglah menu pesanan saya yaitu Nasi Dori Saus Thai. Enak! Porsi nasinya pas, ikan dori yang digoreng tepung juga terasa bumbunya, dan saus Thai-nya pun nggak terlalu manis dan tidak pula terlalu asam. Cocok dan pas di lidah saya. Masih dalam satu piring, terdapat tambahan wortel dan kembang kol yang ditumis. Nggak matang dan nggak mentah, saya suka banget sama tambahan sayurannya ini.

Kemudian sisa menu yang kami pesan pun sudah terhidang semua di meja. Saya cicip pula bubur ketan hitam pesanan hubby. Aromanya yang menggoda ternyata nggak sesuai dengan rasanya. Saus gula yang mengendap di bawah mangkuk seperti nggak bisa ngeblend dengan buburnya meskipun sudah diaduk. Ini bikin rasa makanan penutup ini jadi kurang pas dilidah. Ice caramel macchiato yang saya pesan pun ternyata nggak jauh beda dengan kondisi dua dessert tadi, kurang manis dan creamy dengan esspreso yang hampir sama sekali nggak kerasa.

Nasi Dori Saus Thai saya lahap habis, sementara ketiga menu lainnya tersisa karena nggak tersentuh lagi. Kami membayar dan cepat-cepat keluar dari kafe.  Segera selanjutnya kami masuk ke Burger King untuk pesan minum dan snack tambahan buat hubby.

Kesimpulan, Tuanruma menawarkan suasana dan tempat yang sangat nyaman. Tetapi sayangnya, hal tersebut nggak diimbangi dengan cita rasa dari menu-menunya. Sorry to say, tapi makanannya seperti dibuat dengan asal-asalan padahal di buku menu terpampang makanan tersebut sangat sangat menggugah selera.

Rating: 2,5/5

Rincian Menu dan Harga

review tuanruma cafe
Iced Caramel Machiato dan Bubur Ketan Item di Tuanruma
  • Bubur ketan item: Rp 23.000,-
  • Nasi Dory Saus Thai: Rp 40.000,-
  • Es Cendol: Rp 28.000,-
  • Caramel Machiato: Rp 34.000,-
  • Service Charge: Rp 6.000,-

Want to read more like this? Go check out Pengalaman Menginap di Borobudur Hills Hotel Magelang.

Your Thoughts?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.